Dekan ITB Ungkap Fakta ‘Harta Karun’ Emas di Seluma Bengkulu, Singgung Jalur Bukit Barisan
Prof. Ir. Syafrizal Lillah membenarkan adanya indikasi kuat keberadaan bahan galian emas di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Seluma Bengkulu disebut-sebut menyimpan ‘harta karun’ berupa cadangan emas yang signifikan.
- Prof Ir Syafrizal Lillah membenarkan adanya indikasi kuat keberadaan bahan galian emas di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
- Hal ini tidak lepas dari posisi geografis Seluma yang berada di lajur pegunungan Bukit Barisan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabupaten Seluma, Bengkulu belakangan menjadi sorotan nasional terkait potensi sumber daya alamnya yang melimpah.
Selain sektor perikanan dan perkebunan, wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini disebut-sebut menyimpan ‘harta karun’ berupa cadangan emas yang signifikan.
Baca juga: Pakar Ekonomi Undip Sebut Potensi Emas di Seluma ‘Anugerah’, Kunci Keluar dari Daerah Tertinggal
Hal tersebut terungkap dalam Talkshow bertajuk ‘Seluma dalam Perspektif Nasional: Mengelola Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Berkelanjutan’ yang digelar Tribun Network di Kompleks Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Hadir secara virtual, Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB), Prof. Ir. Syafrizal Lillah membedah secara teknis potensi emas di wilayah tersebut.
Prof Syafrizal membenarkan adanya indikasi kuat keberadaan bahan galian emas di Kabupaten Seluma.
Hal ini, menurutnya, tidak lepas dari posisi geografis Seluma yang berada di lajur pegunungan Bukit Barisan.
"Secara teoritis, Bukit Barisan itu akan berpotensi untuk bisa menjadi tempat keberadaan dari bahan galian (emas)," ujar Syafrizal.
Ia menjelaskan, berdasarkan penelusuran data dan laporan ilmiah yang tersedia, kegiatan eksplorasi di Seluma sebenarnya sudah berjalan.
Perusahaan terkait tercatat telah melakukan pemetaan, pengambilan sampel batuan (rock sampling), hingga stream sediment.
Meski membenarkan adanya potensi tersebut, Guru Besar ITB ini memberikan catatan kritis.
Ia mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak terburu-buru bereuforia.
Berdasarkan data lubang bor yang masih terbatas, Syafrizal menyebut status potensi emas di Seluma saat ini masih dalam klasifikasi indicated resources atau sumber daya tertunjuk.
Baca tanpa iklan