Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel hingga Emas
Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese membahas berbagai agenda prioritas bersama saat bertemu secara bilateral.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese membahas berbagai agenda prioritas bersama saat bertemu secara bilateral.
- Prabowo mengundang Australia untuk berinventasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia
- Prabowo juga mendorong perusahaan di Indonesia untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese membahas berbagai agenda prioritas bersama saat bertemu secara bilateral, salah satunya kerja sama di bidang hilirisasi.
"Saya juga mengundang Australia untuk berinventasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas," ujar Prabowo saat memberikan keterangan pers bersama PM Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Prabowo juga mendorong perusahaan di Indonesia untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia.
"Pada saat yang sama, kami juga mendorong perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia dan Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan dalam berbagai bentuk kemitraan lainnya," tuturnya.
Selain itu, Indonesia mengundang Australia untuk mengembangkan joint venture di bidang pertanian di kedua negara.
"Guna mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan kita," terangnya.
Perjanjian Keamanan Bersama
Sebelumnya, Presiden Prabowo dan PM Australia Anthony Albanese menandatangani Perjanjian Keamanan Bersama (Treaty on Common Security) antara Pemerintah Indonesia dan Australia.
Penandatanganan dilakukan di Ruang Oval Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Penandatanganan tersebut berlangsung usai kedua pemimpin melakukan pertemuan di ruang kerja Istana Merdeka.
Dalam acara penandatanganan, Prabowo dan PM Albanese duduk di meja masing-masing. Prabowo yang mengenakan jas abu-abu dan peci hitam menandatangani dokumen terlebih dahulu, kemudian disusul oleh PM Australia.Ā
Dokumen yang diteken tersebut kemudian ditukar untuk ditandatangani kembali.
Baca juga: Babak Baru Kerja Sama RIāAustralia, Sepakat Saling Konsultasi Jika Keamanan Nasional Terancam
Presiden Prabowo dan PM Albanese lalu memperlihatkan dokumen perjanjian kerja sama tersebut. Keduanya kemudian bersalaman.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia dan Australia terus berkomitmen untuk memperkuat kemitraan, salah satunya dengan menandatangani traktat perjanjian keamanan bersama.
"Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik," katanya dalam pernyataan pers bersama.
Baca tanpa iklan