Potret Hidup di IKN 2026: Minum Air Langsung dari Keran dan 'Bertetangga' dengan Beruang Madu
Fasilitas dasar di hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun kantor pemerintahan sudah berstandar internasional
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Hidup di Ibu Kota Nusantara (IKN) menawarkan pengalaman yang jauh berbeda dibandingkan kota metropolitan lain di Indonesia
- Mulai dari air keran yang bisa langsung diminum (potable water) hingga berdampingan dengan satwa liar
- Fasilitas dasar di hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun kantor pemerintahan sudah berstandar internasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hidup di Ibu Kota Nusantara (IKN) menawarkan pengalaman yang jauh berbeda dibandingkan kota metropolitan lain di Indonesia.
Mulai dari air keran yang bisa langsung diminum (potable water) hingga berdampingan dengan satwa liar, IKN menerapkan konsep peradaban baru bagi para penghuninya.
Baca juga: Tindak Lanjut Arahan Wapres, Persiapan ASN Berkantor di IKN Terus Dimatangkan
Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw.
Menurutnya, fasilitas dasar di hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun kantor pemerintahan sudah berstandar internasional.
Baca juga: Prabowo Minta Desain dan Fungsi IKN Dikoreksi, Istana: Antisipasi Kejadian Terburuk
"Di unit hunian tempat kami tinggal, buka keran airnya bisa langsung diminum. Debit air baku dan air minum kita memiliki volume tampung 16 juta meter kubik dari Bendungan Sepaku Semoi," ujar Troy saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Tak hanya soal air bersih, Troy menyoroti perubahan gaya hidup yang signifikan. Dimana, IKN didesain sebagai 10-minute city di mana mobilitas diutamakan dengan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum berbasis listrik (electric vehicle).
Bahkan, dia menyebut kendaraan berbahan bakar fosil akan dibatasi secara bertahap.
"Udaranya segar, polusi sangat rendah. Mau jogging pagi sempat, ke kantor jalan kaki atau naik bus listrik. Ini waktunya kita kembali menghormati alam," tambahnya.
Troy menjelaskan, warga IKN harus terbiasa bertemu dengan hewan liar, mengingat IKN dibangun tanpa merusak ekosistem hutan monokultur yang kini sedang direforestasi menjadi hutan hujan tropis.
"Kami harus membiasakan diri bertemu hewan liar. Kemarin kami lihat ada Beruang Madu, hewan khas Kalimantan Timur. Kami juga melihat burung-burung yang jarang ditemui di kota lain. Kami diajarkan untuk menghormati keberadaan mereka," jelas Troy.
Budaya baru, lanjutnya juga diterapkan dalam pengelolaan sampah. Warga IKN dilarang membuang sampah sembarangan dan wajib memilah sampah organik serta anorganik.
Selain itu, aturan merokok diterapkan sangat ketat. Warga hanya boleh merokok di titik-titik tertentu dan dilarang merokok sambil berjalan di sembarang tempat.
Baca juga: Prabowo Kunjungi IKN, Politisi NasDem: Bantah Spekulasi Proyek Mubazir
"Ini adalah konsep peradaban baru. Mengubah mindset dan habit. Kami tidak memindahkan Jakarta ke Kalimantan, tapi membangun kota masa depan yang cerdas dan hijau," pungkas Troy.
Berikut petikan wawancara khusus Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Pantouw dengan Tribunnews;
Baca tanpa iklan