Ramadan 2026 Berapa Hijriah? Ini Penjelasan dan Perkiraan Jadwal Puasa Pertama
Ramadan 2026 akan jatuh pada bulan Ramadan 1447 Hijriah. Namun, tanggal pastinya belum ditentukan oleh pemerintah hingga saat ini.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 menurut Muhammadiyah, sementara penetapan resmi di Indonesia menunggu sidang isbat Kemenag.
- Kemenag akan melakukan rukyatul hilal di 96 lokasi dan menggelar sidang isbat dengan berbagai pihak untuk menentukan awal Ramadan secara ilmiah dan transparan.
- Mengetahui perkiraan awal Ramadan membantu umat Muslim memulai persiapan puasa, ibadah, dan kegiatan sosial agar bulan suci dapat dijalani dengan khusyuk dan penuh berkah.
TRIBUNNEWS.COM - Setiap tahun, Ramadan selalu dinantikan oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia sebagai momen spiritual yang penuh makna.
Bulan suci ini bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga senja, tetapi juga menjadi waktu untuk introspeksi diri, memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta, dan mempererat ikatan sosial melalui sedekah serta kepedulian terhadap sesama.
Menjelang Ramadan 2026, banyak orang bertanya-tanya: Ramadan 2026 berapa Hijriah? Kapan jadwal puasa pertama dimulai?
Menjawab pertanyaan ini membutuhkan pemahaman tentang kalender Hijriah, yang berbeda dengan kalender Masehi yang kita gunakan sehari-hari.
Kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan, sehingga setiap bulan baru dimulai dengan terlihatnya hilal (bulan sabit tipis) setelah fase bulan baru.
Karena sifatnya yang bergantung pada peredaran bulan, tanggal Ramadan bisa berbeda setiap tahun dan bahkan bisa berbeda di setiap negara.
Tahun 2026 Masehi diperkirakan bertepatan dengan tahun 1447–1448 Hijriah.
Dengan demikian, Ramadan 2026 akan jatuh pada bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Namun, tanggal pastinya belum ditentukan oleh pemerintah hingga saat ini.
Perkiraan Jadwal Puasa Ramadan 2026
Tanggal pastinya penetapan awal Ramadan 2026 tetap menunggu pengumuman resmi karena penetapan awal Ramadan bergantung pada pengamatan hilal (rukyatul hilal).
Baca juga: 3 Persiapan Menyambut Bulan Ramadan 2026 agar Ibadah Lebih Maksimal
Menjelang Ramadan 1447 H, Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemantauan hilal secara serentak di 96 titik di seluruh Indonesia pada 17 Februari 2026.
Pengamatan ini nantinya akan dijadikan acuan dalam sidang isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta, untuk menentukan secara resmi awal Ramadan.
Sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan diplomatik, anggota DPR, pejabat Mahkamah Agung, tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI), ahli meteorologi dan falak, pimpinan ormas Islam, pondok pesantren, serta tim hisab rukyat Kemenag.
Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, sidang isbat merupakan forum penting yang menggabungkan perhitungan hisab dan hasil rukyatul hilal, dengan tujuan memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan berbagai unsur terkait.
Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadan 1447 H diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB, dikutip dari kemenag.go.id.
Baca tanpa iklan