Mensos Pastikan Keluarga Marinir Korban Longsor Cisarua Akan Dapat Program Pemberdayaan
Keluarga 23 prajurit Marinir korban longsor akan menerima santunan Rp15 juta dan program pemberdayaan.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan 23 prajurit Marinir TNI AL yang gugur akibat longsor di Cisarua akan menerima santunan Rp15 juta serta program pemberdayaan bagi keluarga yang ditinggalkan.
- Program pemberdayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan keluarga berdasarkan asesmen, mencakup bantuan usaha, pelatihan keterampilan, atau dukungan lain.
- Kemensos akan bekerja sama dengan Korps Marinir dan melakukan asesmen secepatnya setelah masa berkabung keluarga korban selesai.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan 23 prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur dalam bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan mendapatkan bantuan program pemberdayaan.
Bantuan program pemberdayaan ini diberikan selain santunan sebesar Rp15 juta dari Pemerintah.
"Ya jadi ini untuk seluruh korban yang terdampak daripada bencana itu. Nah setelah ini nanti kami juga akan tindaklanjuti dengan pemberdayaan keluarga yang ditinggalkan," kata Gus Ipul usai penyaluran santunan kepada ahli waris korban bencana tanah longsor di Markas Komando Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Menurut Gus Ipul, program pemberdayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga setelah dilakukan asesmen.
Dirinya mengatakan bentuk dukungan bisa beragam, mulai dari bantuan usaha hingga pelatihan keterampilan.
"Mungkin ada yang mau membuka usaha, atau memerlukan pendidikan keterampilan, atau hal-hal lainlah seperti pelatihan-pelatihan dan lain sebagainya," ujarnya.
Kemensos akan bekerja sama dengan Korps Marinir dalam menentukan bentuk dukungan lanjutan bagi keluarga prajurit yang gugur.
"Nanti kami akan bekerjasama dengan Korps Marinir kira-kira apa yang bisa diberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan," katanya.
Asesmen program pemberdayaan, kata Gus Ipul, akan dilakukan secepat mungkin setelah masa berkabung keluarga korban selesai.
"Ya secepat mungkin setelah keluarga berduka, masa berkabungnya sudah selesai, insya allah nanti akan kita lakukan asesmen," pungkasnya.
Baca juga: Mensos Sebut Prajurit Marinir Korban Longsor di Cisarua Meninggal dalam Keadaan Syahid
Tangis saat Pemberian Santunan
Suasana duka menyelimuti saat pemberian santunan untuk keluarga anggota Korps Marinir Angkatan Laut yang menjadi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Sebanyak 23 anggota Marinir menjadi korban longsor saat menjalankan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).
Para anggota Marinir yang gugur ini mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta dari Pemerintah melalui Kementerian Sosial di Markas Komando Marinir Cilandak, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Tampak mata sejumlah anggota keluarga Marinir sembab setelah menahan tangis.
Baca tanpa iklan