Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pakar UGM Sebut Gejala Awal Virus Nipah Sulit Dikenali: Sekilas Mirip Flu Tapi Risikonya Berat

Edwin Widyanto Daniwijaya, mengatakan, gejala awal infeksi virus Nipah sering tidak khas sehingga sulit dikenali sejak dini. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pakar UGM Sebut Gejala Awal Virus Nipah Sulit Dikenali: Sekilas Mirip Flu Tapi Risikonya Berat
Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI PASIEN - Waspada virus nipah. Dokter Spesialis Mikrobiologi RSA UGM, M Edwin Widyanto Daniwijaya, mengatakan, gejala awal infeksi virus Nipah sering tidak khas sehingga sulit dikenali sejak dini.  

Ringkasan Berita:
  • Gejala awal infeksi virus Nipah sering tidak khas sehingga sulit dikenali
  • Gejala dapat berkembang menjadi lebih berat dalam hitungan hari
  • Infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan serius pada jaringan otak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dosen Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM sekaligus Dokter Spesialis Mikrobiologi RSA UGM, M Edwin Widyanto Daniwijaya, mengatakan, gejala awal infeksi virus Nipah sering tidak khas sehingga sulit dikenali sejak dini. 

Pada fase awal, keluhan yang muncul berupa infeksi virus pada umumnya.

Kondisi ini membuat banyak kasus berpotensi terlambat terdiagnosis secara klinis. 

Keterlambatan pengenalan penyakit berpengaruh terhadap risiko memburuknya kondisi.

“Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan nyeri tenggorokan,” kata Edwin Widyanto dikutip Selasa (10/2/2026).

Seiring perjalanan penyakit, gejala dapat berkembang menjadi lebih berat dalam hitungan hari.

Baca juga: Waspada Virus Nipah, Pakar UGM Jelaskan Pola Penularan dan Langkah Pencegahan

Rekomendasi Untuk Anda

Pasien bisa mengalami disorientasi, penurunan kesadaran, hingga kejang sebagai tanda keterlibatan sistem saraf. 

Bahkan pada sebagian kasus, gangguan pernapasan turut menyertai kondisi tersebut. 

“Perjalanan penyakitnya bisa cepat memburuk, sehingga kewaspadaan sejak fase awal sangat penting,” ucap Edwin.

Baca juga: Kematian Pertama Akibat Virus Nipah 2026, Pakar Ingatkan Indonesia Waspada

Meski belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, kondisi ini mendorong pentingnya penjelasan berbasis medis agar masyarakat memahami risiko dan pencegahannya.

“Case fatality rate virus Nipah diperkirakan berkisar antara 40 hingga 75 persen, bergantung pada sistem kesehatan dan penanganan klinis,” ungkap Edwin.

Selain tingkat fatalitas yang tinggi, virus Nipah memiliki kemampuan menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan perburukan klinis yang cepat. 

Infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan serius pada jaringan otak yang sering disertai penurunan kesadaran dan kejang dalam waktu singkat. 

Kerusakan neurologis yang terjadi berpotensi berujung pada kematian. 

“Virus ini bisa menyerang otak dan memicu penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian dalam waktu relatif singkat,” ujar dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas