Pandji Pragiwaksono soal Sanksi Adat Toraja: Dialog adalah Jalan Terbaik
Pandji Pragiwaksono senang dialog bersama masyarakat Toraja, menurutnya proses penyelesaian masalah seperti inilah yang baik dan penuh kedamaian
Penulis:
Galuh Widya Wardani
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Pandji Pragiwaksono menjalani peradilan adat Toraja setelah materi stand up-nya dinilai merendahkan ritual sakral Rambu Solo’, dan ia hadir di Tongkonan Layuk Kaero didampingi kuasa hukum.
- Dalam sidang adat Ma’ Buak Burun Mangkaloi Oto’, ia mengakui kesalahan, meminta maaf, berjanji tak mengulangi, dan dijatuhi sanksi memotong satu babi serta lima ayam.
- Proses adat ini bertujuan memulihkan martabat dan keharmonisan masyarakat Toraja, sekaligus menjadi pembelajaran tentang pentingnya dialog.
TRIBUNNEWS.COM - Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya bicara setelah menjalani peradilan adat Toraja yang digelar di Tongkonan Layuk Kaero, Lembang Kaero, Kecamatan Sangalla’, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (10/2/2026).
Peradilan tersebut digelar menyusul materi stand up comedy Pandji yang dinilai merendahkan nilai budaya serta ritual sakral masyarakat Toraja.
Sanksi adat yang dijatuhkan bukan sekadar bentuk pertanggungjawaban personal, melainkan juga dimaknai sebagai upaya memulihkan relasi antara individu dan komunitas adat.
Dalam prosesi itu, Pandji hadir didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar.
Ia menjalani sesi tanya jawab bersama para pemangku adat di hadapan perwakilan masyarakat dari 32 wilayah adat se-Toraja.
Usai menjalani rangkaian prosesi, Pandji menyampaikan refleksinya.
Hal yang menjadi catatannya adalah tentang menjaga keharmonisan antara sesama manusia adat dan budayanya.
"Tidak lagi menyakiti, melukai, dan mengganggu keharmonisan masyarakat serta alam Toraja," kata Pandji, Selasa, dikutip dari Kompas Tv.
Ia berharap publik juga dapat melihat proses peradilan adat tersebut sebagai pembelajaran bersama.
"Jadi, rasanya itu yang paling penting. Ketika pemberitaan naik juga ke media, saya rasa masyarakat juga mengerti betapa indahnya proses budaya di Toraja," ujar Pandji.
Pandji berharap ke depan hukum di Indonesia juga menekankan pentingnya dialog dalam menyelesaikan persoalan.
Baca juga: Arti Upacara Potong Babi Adat Toraja: Makna Leluhur hingga Sanksi untuk Pandji Pragiwaksono
"Menggarisbawahi yang disampaikan Haris, mungkin masyarakat Toraja ini mencontohkan, seharusnya dialog seperti inilah proses penyelesaian masalah yang baik," demikian penjelasannya.
Pandji Minta Maaf
Jauh sebelum peradilan adat ini digelar, Pandji telah lebih dulu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Dengan niat baik, demi menciptakan kedamaian, maka prosesi peradilan adat tetap harus dijalani Pandji.
Baca tanpa iklan