Museum Dirgantara Mandala: Bekas Gudang Gula Penyimpan Pesawat Langka Jepang hingga Tragedi Dakota
Bangunan museum terbesar di Asia Tenggara yang berdiri di area seluas 4,2 hektar ternyata dulunya merupakan gudang pabrik gula yang bangkrut.
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Komplek Lanud Adisutjipto (DIY) menjadi lokasi penyimpanan jejak langit nusantara.
- Ada tiga ribu koleksi yang menjadi saksi sejarah panjang.
- 61 di antaranya berbagai jenis pesawat sejak dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta pada 29 Juli 1978.
TRIBUNNEWS.COM, DIY - Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala di Komplek Lanud Adisutjipto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi lokasi penyimpanan jejak langit nusantara.
Terdapat kurang lebih tiga ribu koleksi yang menjadi saksi sejarah panjang yang 61 di antaranya berbagai jenis pesawat sejak dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta pada 29 Juli 1978.
Baca juga: Liburan Awal Tahun 2026 ke Museum Nasional Indonesia, Cek Harga Tiket Masuk
Siapa sangka, bangunan museum terbesar di Asia Tenggara yang berdiri di area seluas 4,2 hektar ternyata dulunya merupakan gudang pabrik gula yang bangkrut.
"Museum ini dulu adalah pabrik gula, yang 1937 itu bangkrut. Jadi Belanda dulu dari 1918 atau 1908, kan dulu di sini. Nah, jadi ini semuanya itu pabrik gula, dan Lapangan Terbang Maguwo ini adalah tebu," kata Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Kolonel Kal Christian Tri Aryono kepada wartawan di lokasi, Rabu (11/2/2026).
Pengunjung yang datang akan terpukau dengan koleksi yang cukup lengkap mulai dari produksi luar negeri hingga produksi anak bangsa.
Salah satunya adalah pesawat Cureng (Yokosuka K5Y) buatan Jepang ini diberikan tempat khusus di sebuah ruangan yang cukup besar.
Hal ini karena pesawat latih bersejarah ini merupakan pesawat asli ini di negara asalnya sudah tidak ada lagi.
Bentuk pesawat buatan tahun 1933 ini pun tak banyak mengalami perubahan meski sudah diperbaiki oleh teknisi Indonesia.
"ini tuh orang Jepang tuh setiap hari Pak, ada kunjungan. Pasti ada dua atau tiga orang yang ke sini. Karena apa? Di negara Jepang sudah nggak ada ini pesawat. Jadi kalau turis Jepang sampai Ukraina aja, negara Ukraina datang ke sini untuk lihat pesawat ini. Jadi yang paling bersejarah di sini ada pesawat Jepang yang notabene sangat-sangat langka," ungkapnya.
Tak jauh dari lokasi pesawat itu, terdapat sebuah bangunan seperti hanggar di Pangkalan Udara (Lanud) yang berisikan sejumlah pesawat.
Baca tanpa iklan