Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

KSAD Sebut Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza Sesuai Kebutuhan

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut jumlah personel yang dikirim ke Gaza sebagai pasukan perdamaian telah sesuai kebutuhan.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut, jumlah personel yang dikirim ke Gaza sebagai pasukan perdamaian internasional telah sesuai dengan kebutuhan.
  • Ia menyatakan bahwa pasukan itu juga bakal bergabung dengan pasukan dari negara-negara yang tergabung dalam Board of Peace.
  • Board of Peace adalah organisasi internasional bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyebut jumlah personel yang dikirim ke Gaza sebagai pasukan perdamaian internasional telah sesuai dengan kebutuhan.

“Tidak, itu tergantung kebutuhan, hasil rapat bersama hasil diskusi,” kata Maruli di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Kamis (12/2/2026). 

Ia menyatakan, pasukan itu juga bakal bergabung dengan pasukan dari negara-negara yang tergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Jadi hasil diskusi itu bagaimana gabungan beberapa negara berperan di mana itu hasil rapat sejauh mana kita mampu sebaik mungkin kita lakukan,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mengatakan, pemerintah bakal segera memutuskan jumlah pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza.

Donny menyebut, keputusan tersebut, rencananya akan diambil pada akhir bulan Februari 2026 dan bakal langsung ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.

Rekomendasi Untuk Anda

"Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap," kata Donny saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Sementara itu, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, menegaskan bahwa TNI siap mengirimkan berapapun jumlah pasukan yang dibutuhkan untuk misi perdamaian di Gaza.

Ia tak khawatir dengan kemungkinan Hamas mengganggu pasukan TNI yang bertugas di Gaza.

"Kita kalau tidak salah sudah mengirimkan dari tahun 2008 ya, dari 2008 itu kita sudah mengirimkan Unifil ke sana sudah berkali-kali, dan orang-orang inilah nanti yang akan kita kirim ke sana," ucap Donny.

Menurutnya, pengalaman prajurit Indonesia dalam melakukan pendekatan sosial dan komunikasi dengan masyarakat lokal menjadi kunci keamanan selama bertugas.

Baca juga: Soal Rencana Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, TNI Akan Kirim Satuan yang Berpengalaman di UNIFIL

"Tentunya dia mempunyai pengalaman dari sisi medan dan bagaimana dia berkomunikasi dengan masyarakat di sana walaupun itu di wilayah Lebanon," imbuh Donny. 

Pasukan yang Dikirim Berkisar 5.000-8.000 Personel

Dalam kesempatan berbeda, KSAD Maruli juga sempat mengungkapkan, TNI masih menunggu hasil koordinasi terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.

Namun, ia menyebut, sudah ada persiapan yang dilakukan untuk menyiapkan pasukan sebagai bagian dari Board of Peace.

"Kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza, nanti ke Mabes TNI, nanti ke Mabesad (Mabes TNI AD) nanti memerlukan personel berkarakter apa, nanti kami siapkan," ungkap Maruli seusai Rapat Pimpinan TNI-Polri 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas