Golkar: Masih Terlalu Jauh Pikirkan Wacana Prabowo-Gibran 2 Periode
Golkar menyikapi soal mulai munculnya wacana Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dua periode menjadi presiden dan wakil presiden.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Partai Golkar menanggapi wacana Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka maju kembali sebagai pasangan presiden dan wakil presiden untuk dua periode.
- Sekjen DPP Golkar, M. Sarmuji, menilai pembahasan wacana tersebut masih terlalu dini dilakukan.
- Golkar saat ini lebih fokus pada upaya mendukung dan menyukseskan program kerja pemerintah yang sedang berjalan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar menyikapi soal mulai munculnya wacana Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dua periode menjadi presiden dan wakil presiden.
Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji pembahasan terhadap wacana tersebut masih terlalu dini dilakukan. Golkar kata dia, masih dalam fokus ingin membantu menyukseskan program pemerintah yang saat ini sedang berjalan.
"Oh masih jauh, masih jauh," kata Sarmuji saat ditemui awak media di Ruang Fraksi Partai Golkar DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/2/2025).
Sarmuji menyatakan, yang harus dilakukan oleh Prabowo maupun Gibran serta seluruh partai pendukung saat ini adalah memastikan bagaimana seluruh program kerja pemerintah sukses.
Menurut dia, apabila program kerja sudah sukses maka urusan ke depannya akan dipikirkan kemudian.
"Ya kalau Pak Prabowo, Mas Gibran sukses, lalu beliau mau gandengan tangan lagi atau seperti apa, ya akan kita pikirkan, perjuangkan secara maksimal," tutur dia.
Terpenting kata Sarmuji, Golkar dimungkinkan tidak mengusung kader partainya sendiri di Pilpres mendatang.
Pasalnya, pimpinan Partai Golkar dalam hal ini Bahlil Lahadalia memilih untuk maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg). Maka hampir dipastikan, Golkar tidak akan mendorong kadernya maju di Pilpres mendatang.
"Kalau untuk apakah ada dari Golkar yang mau didorong? Ya, Ketua Umum kami mau nyaleg, sudah mendeclare-kan bahwa beliau akan menjadi caleg untuk 2029," tegas dia.
Bahlil Maju dari Dapil Papua
Sarmuji menyebut, nantinya Menteri ESDM RI tersebut akan maju dari daerah pemilihan (Dapil) Papua.
Hal itu didasarkan karena Bahlil merupakan politikus yang dibesarkan dari tanah Papua.
"Dapil Papua. Karena kan Pak Bahlil kan dibesarkan di Papua ya. Kalau kelahirannya di Banda, tapi dibesarkan, besar di Papua beliau," ucap Sarmuji.
Saat ditanya soal sudah mulainya partai politik yang mengambil sikap untuk Pilpres 2029 mendatang, Golkar ada pada posisi ingin menyukseskan pemerintahan Prabowo Subianto rampung terlebih dahulu.
Kata dia, sebagai partai pengusung dan pendukung, Golkar akan menyertakan Prabowo Subianto sebagai Presiden untuk sukses dalam membuat senang masyarakat.