Pertemuan KSAU Pakistan dan Prabowo Sinyal Indonesia Akan Beli Jet Tempur JF-17 Thunder?
Kunjungan orang nomor satu di AU Pakistan ke Jakarta ini, kemudian dikaitkan dengan rumor pembelian pesawat tempur JF-17 Thunder oleh Indonesia.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Kunjungan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Marsekal Zaheer Ahmad Babar Sidhu, ke Istana Kepresidenan Jakarta pada 12 Februari 2026 menjadi sorotan karena dikaitkan dengan isu pembelian pesawat tempur JF-17 Thunder oleh Indonesia.
- Rumor ini berawal dari laporan media internasional yang menyebut adanya pembahasan kerja sama pertahanan antara pejabat Indonesia dan Pakistan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedatangan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Marsekal Zaheer Ahmad Babar Sidhu ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis sore, (12/2/2026), menjadi sorotan.
Kunjungan orang nomor satu di AU Pakistan ke Jakarta ini, kemudian dikaitkan dengan rumor pembelian pesawat tempur JF-17 Thunder oleh Indonesia.
Isu Indonesia tertarik membeli pesawat tempur JF-17 Thunder buatan Pakistan bermula dari laporan media internasional dan pertemuan resmi antara pejabat kedua negara yang menggugah spekulasi di kalangan media dan pengamat pertahanan.
Pada awal Januari 2026, Reuters melaporkan bahwa Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan untuk membahas kerja sama pertahanan yang mencakup kemungkinan penjualan jet tempur JF-17 serta drone bersenjata.
Masih menurut laporan tersebut, tiga sumber yang mengetahui pertemuan itu menyebut Indonesia menunjukkan minat terhadap sekitar 40 unit pesawat tersebut.
Laporan inilah yang kemudian menjadi dasar utama penyebaran isu pembelian JF-17 oleh Indonesia.
Media Turki Anadolu kemudian juga melaporkan, JF-17 kini menjadi salah satu produk yang ditawarkan Pakistan kepada beberapa negara lain, seperti Bangladesh dan Irak, sehingga Indonesia masuk dalam daftar negara yang dilaporkan menunjukkan ketertarikan atau mempertimbangkan pesawat ini.
Pesawat tempur JF-17 Thunder merupakan jet tempur hasil kerja sama Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan Chengdu Aircraft Corporation dari China.
Pesawat ini dikenal sebagai platform multirole dengan biaya operasional relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah jet tempur Barat, sehingga kerap disebut sebagai opsi yang lebih ekonomis bagi negara berkembang.
Rumor seputar ketertarikan Indonesia mengakuisisi pesawat ini juga tak lepas dari belum pastinya sejumlah proyek pengadaan jet tempur lain yang sempat direncanakan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Misalnya, Indonesia sempat diisukan akan membeli F-15EX buatan Boeing Amerika Serikat, yang sempat tak jelas hingga akhirnya dinyatakan batal.
Indonesia juga sempat dirumorkan akan mengakuisisi pesawat tempur J-10 buatan China dan Sukhoi SU-35 buatan Rusia.
Dalam konteks kebutuhan penguatan skuadron tempur, TNI AU memang tengah mencari kombinasi pesawat generasi 4 hingga 4,5 yang mampu menjalankan misi superioritas udara maupun serangan darat.
JF-17, khususnya varian Block III, diklaim telah dibekali radar AESA dan sistem avionik yang lebih modern, yang membuatnya dipandang cukup kompetitif di kelasnya.
Dikawal Pasukan TNI AU
Baca tanpa iklan