Sosok Baskoro Adi Anggoro, Kopilot Smart Air Korban Penembakan OTK, Baru 5 Hari Tugas di Papua
Sosok Baskoro Adi Anggoro, awak pesawat Smart Air, korban penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu (11/2/2026).
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Insiden penembakan terhadap pesawat Smart Air di Papua Selatan mengakibatkan pilot dan kopilot meninggal dunia, bernama Capten Egon Irawan dan Baskoro Adi Anggoro.
- Jenazah Baskoro Adi Anggoro telah tiba di rumah duka, Jalan Kelapa V, Duren Sawit, Jakarta Timur.
- Pun dengan jenazah Pilot Egon Erawan yang sudah tiba di rumah duka di Ciputat Timur.
TRIBUNNEWS.COM - Insiden penembakan pesawat Smart Air yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) 11.05 WIT.
Insiden penembakan terhadap pesawat Smart Air ini, menambah catatan kelam keamanan dunia pernerbangan di tanah Papua.
Dalam kejadian tersebut, sekelompok orang melesatkan tembakan ke arah Smart Air yang mendarat di Koroway Batu.
Dua awak pesawat menjadi korban tewas setelah mereka sempat menyelamatkan diri ke hutan sekitar bandara.
Dua sosok awak pesawat itu, adalah Capten Egon Irawan dan Baskoro Adi Anggoro, masing-masing bertugas menjadi pilot dan kopilot Smart Air.
Kini, jenazah keduanya sudah dievakuasi dan diterbangkan ke rumah duka.
Untuk jenazah Baskoro Adi Anggoro telah tiba di rumah duka, Jalan Kelapa V, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).
Suasana haru pun terlihat ketika peti jenazah Baskoro dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Dikutip dari TribunJakarta.com, sejumlah pihak keluarga dan kerabat yang hadir tampak tak kuasa menahan tangis.
Lantas, siapakah sosok Baskoro Adi Anggoro?
Baca juga: DPR Minta Audit Keamanan Bandara Perintis Usai Penembakan Pesawat Smart Air
Sosok Baskoro Adi Anggoro
Baskoro Adi Anggoro adalah awak pesawat yang bertugas sebagai kopilot di Smart Air.
Pria berusia 29 itu, rupanya sudah bekerja di dunia penerbangan selama lima tahun, sejak lulus dari sekolah penerbangan.
Paman korban, Doni Widiatmoko (56), mengonfirmasi Baskoro Adi bekerja di maskapai Smart Air.
Namun, Baskoro Adi disebut baru lima hari bertugas di Papua.
Baca tanpa iklan