Kolaborasi BNN dan Kemendikdasmen Wujudkan Kurikulum Terintegrasi Anti Narkoba
Program IKAN menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba sejak usia dini lewat jalur pendidikan formal.
Penulis:
Ika Wahyuningsih
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- BNN dan Kemendikdasmen berkolaborasi luncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
- Program IKAN merupakan program strategis pemerintah
- Peluncuran kurikulum ini menjadi bukti komitmen BNN memperkuat pencegahan narkoba lewat jalur pendidikan.
TRIBUNNEWS.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
BNN dan Kemendikdasmen meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
Kolaborasi ini sebagai bagian dari penguatan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).
Program IKAN menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba sejak usia dini lewat jalur pendidikan formal.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, serta para pemangku kepentingan terkait dengan total sekitar 650 peserta.
Kegiatan ini diselenggarakkan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, pada Kamis (12/2/2026).
Kurikulum yang diluncurkan ini menjadi bukti komitmen BNN dalam memperkuat pencegahan narkoba lewat jalur pendidikan.
Kebijakan ini berwujud dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, tanpa menambah mata pelajaran baru.
Baca juga: Bea Cukai, BNN, dan Avsec Gagalkan Penyelundupan 5 Paket Sabu di Bandara Tanjungpinang
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto pun menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk manifestasi kerja kolektif semua.
“Ini bukan hanya seremonial biasa, tetapi sebagai bentuk manifestasi kerja kolektif Kita semua bahwa negara telah membangun benteng intelektual dan moral bagi generasi penerus bangsa,” paparnya, dikutip dari situs BNN.
Kepala BNN RI juga menilai bahwa integrasi kurikulum anti narkoba ini adalah langkah strategis dalam membangun kesadaran, sikap, dan ketahanan generasi muda terhadap bahaya narkoba.
Selain itu juga, memperkuat upaya pencegahan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, dalam sambutannya juga mengharapkan integrasi kurikulum ini bisa menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter.
“Program ini Kami harapkan dapat membangun generasi yang kuat dengan menciptakan lingkungan sekolah dan budaya hidup yang sehat,” ujarnya.
Program IKAN, lanjut Abdul Mu'ti, merupakan bagian awal dari langkah kecil yang dilakukan Kemendikdasmen bersama BNN guna berkontribusi dalam membangun pendidikan bermutu untuk menghasilkan generasi yang hebat dan kuat.
(Tribunnews.com/Ika Wahyuningsih)
Baca tanpa iklan