Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Prabowo Bela Polri Dari Kritik Bertubi-tubi, Singgung Pengalaman TNI

Presiden Prabowo Subianto meminta anggota kepolisian bersabar karena Polri selalu menjadi sasaran kritik masyarakat.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Prabowo Bela Polri Dari Kritik Bertubi-tubi, Singgung Pengalaman TNI
Tribunnews/Jeprima
PERESMIAN SPPG POLRI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia di SPPG Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026). Presiden Prabowo Subianto meminta anggota kepolisian bersabar karena Polri selalu menjadi sasaran kritik masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Serangan bertubi-tubi kepada Polri merupakan risiko dalam pekerjaan
  • Prabowo mengapresiasi pimpinan Polri yang mampu sabar dan bertahan di tengah banyaknya serangan kepada institusi
  • Prabowo memuji Polri yang terus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta anggota kepolisian bersabar karena Polri selalu menjadi sasaran kritik masyarakat.

Apa yang dialami Polri sekarang ini, kata Prabowo, juga pernah dialami TNI.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/2/2026).

"Saya tahu saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran, itu risiko, TNI juga dulu jadi sasaran, jenderal-jenderal yang paling hebat, paling jago dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM," kata Prabowo.

Tuduhan terhadap TNI, kata Prabowo, tak berdasar.

Baca juga: Macet Hilang saat Prabowo Datang, Potret Palmerah Bersih Tanpa PKL Jadi Suasana Dambaan Warga

TNI tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar kemanusiaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rasanya TNI nggak pernah ngebom rumah sakit, selama sejarahnya TNI. Rasanya TNI nggak pernah bom panti asuhan, rasanya TNI nggak pernah bom sekolah, nggak pernah bom gereja atau masjid," katanya.

Serangan bertubi-tubi kepada Polri kata Prabowo merupakan risiko dalam pekerjaan.

Serangan yang diterima merupakan bagian dari pengorbanan untuk bangsa dan negara.

Baca juga: Prabowo Murka Diserang Habis-habisan Soal Program MBG: Saya Siap Mati untuk Republik!

Menurut Presiden apabila dalam sebuah institusi ada yang melakukan kesalahan. 

Maka yang harus bertanggung jawab adakah orang yang melakukan kesalahan itu, bukan malah institusinya yang ditutup.

"Kalau ada dalam institusi ratusan ribu orang kalau ada nggak bener ya tindak, saya ibaratkan kalau ada sekolah muridnya ada yang brengsek, ada yang tawuran, ada yang kurang ajar, muridnya, bukan kepala sekolahnya yang dicopot, keliru itu, bukan terbalik, bukan sekolahnya ditutup, tapi nggak papa ini risiko seorang pemimpin," katanya.

Prabowo Apresiasi Polri

Prabowo mengapresiasi pimpinan Polri yang mampu sabar dan bertahan di tengah banyaknya serangan kepada institusi tersebut. 

Prabowo juga memuji Polri yang terus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Kau dikasih bintang di sini (pundak kanan dan kiri), untuk tahan, tahan banting, tahan maki-maki, tahan serangan, apalagi serangannya di sosmed ya kan, sosmed itu banyak buzzer, jadi kita harus tegar. Yang jelas kita buktikan kepada rakyat, hari ini saya harus mengatakan bahwa saya bangga, dan puas dengan prestasi ini," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas