Jelang Ramadan, Anggota Komisi VI DPR Soroti Ketersediaan Stok BBM dan LPG Nasional
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar Sarifah Suraidah, menyoroti pentingnya kesiapan stok dan distribusi BBM serta LPG nasional.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- PDIP memberikan penghargaan khusus kepada ratusan relawan kesehatan—dokter, perawat, bidan, hingga sopir ambulans—yang menjalankan misi kemanusiaan selama dua bulan di wilayah bencana Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
- Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning menyebut penghargaan tersebut merupakan instruksi langsung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, sebagai bentuk apresiasi atas pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran para relawan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, perhatian terhadap kesiapan energi nasional kembali menguat.
Lonjakan konsumsi LPG yang diperkirakan meningkat sekitar 15–20 persen selama bulan puasa dinilai perlu diantisipasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan gangguan distribusi maupun gejolak harga di masyarakat.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar Sarifah Suraidah, menyoroti pentingnya kesiapan stok dan distribusi BBM serta LPG nasional dalam menghadapi periode Ramadan hingga arus mudik Lebaran.
Sarifah mengingatkan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat dan kepadatan lalu lintas kerap memengaruhi kelancaran pasokan ke SPBU dan agen LPG.
“Momentum Ramadan dan Lebaran adalah periode krusial. Negara tidak boleh lengah dalam memastikan kebutuhan dasar energi masyarakat terpenuhi tanpa kelangkaan. Jangan sampai menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Sarifah kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurut Sarifah, langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini, termasuk dengan memperkuat buffer stok di sejumlah titik strategis dan memastikan kesiapan armada distribusi.
Dia pun mendorong agar minimal tersedia cadangan stok 25 persen di depot strategis seperti Cilacap dan Semarang, serta penambahan armada distribusi hingga 15 persen guna mengantisipasi lonjakan permintaan.
Selain itu, legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Timur tersebut juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat konsumsi tinggi.
Pengawasan dinilai krusial untuk mencegah potensi penumpukan maupun keterlambatan pasokan di tingkat agen dan pangkalan.
Menurutnya, ketersediaan BBM dan LPG bukan sekadar persoalan teknis logistik, tetapi juga berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi nasional, khususnya dalam menjaga inflasi pangan dan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri.
“Distribusi energi yang terganggu dapat berdampak pada kenaikan biaya produksi dan harga kebutuhan pokok, sehingga perlu sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat pengawas agar sistem berjalan optimal,” ucapnya.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kesiapan energi nasional selama Ramadan dan Lebaran 2026 agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Baca juga: Peringati Bulan K3, Pertamina Patra Niaga Sosialisasi Penggunaan LPG Bagi Rumah Tangga dan UMKM
“Kita ingin masyarakat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan kelangkaan BBM atau LPG. Pertamina harus hadir dengan sistem distribusi yang sigap, terukur, dan transparan,” tandasnya.
Baca tanpa iklan