Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Target Bangun 5.000 Desa Nelayan pada 2029, Prabowo: Selama RI Berdiri, Nelayan Tidak Diperhatikan

Presiden RI Prabowo Subianto berjanji, pemerintah akan membantu mengubah nasib para nelayan dengan membangun Desa Nelayan yang lengkap fasilitasnya.

zoom-in Target Bangun 5.000 Desa Nelayan pada 2029, Prabowo: Selama RI Berdiri, Nelayan Tidak Diperhatikan
Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden
DESA NELAYAN - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026). Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap, pemerintah menargetkan untuk membangun 1.000 Desa Nelayan pada tahun 2026 ini. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap, pemerintah menargetkan untuk membangun total 5.000 Desa Nelayan pada 2029.
  • Menurut Prabowo, selama 80 tahun Republik Indonesia berdiri, selama itu pula nelayan tidak diperhatikan oleh pemerintah.
  • Prabowo pun berjanji, pemerintah akan membantu mengubah nasib para nelayan dengan membangun Desa Nelayan yang lengkap fasilitasnya.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap, pemerintah menargetkan untuk membangun 1.000 Desa Nelayan pada tahun 2026 ini.

Nantinya, ditargetkan ada total 5.000 Desa Nelayan yang sudah dibangun pada 2029.

Prabowo menyebut, selama 80 tahun Republik Indonesia berdiri, selama itu pula nelayan tidak diperhatikan oleh pemerintah.

Sehingga, menurutnya, pembangunan Desa Nelayan adalah wujud perhatian pemerintah bagi masyarakat yang mata pencahariannya menangkap ikan atau biota air lainnya (seperti udang, rumput laut, kerang) di laut.

"Kita juga sudah mulai membangun desa-desa nelayan. Tahun 2026, akan tercapai 1.000 desa nelayan," kata Prabowo dalam pidatonya di acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).

"Tiap desa nelayan terdiri dari sekian ratus, ada 300, 500, ada yang sampai 2.000 nelayan yang selama Republik Indonesia berdiri, belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia."

Rekomendasi Untuk Anda

Prabowo pun menyebutkan sejumlah kesulitan yang dihadapi oleh para nelayan Indonesia selama ini.

Misalnya, tidak memiliki fasilitas penyimpanan beku yang memadai dalam menjaga hasil tangkapan mereka, sulitnya mendapat solar sebagai bahan bakar kapal atau perahu, sulitnya memperoleh pasar, hingga tidak adanya dermaga yang layak.

Mantan Menteri Pertahanan RI itu pun berjanji, pemerintah akan membantu mengubah nasib para nelayan dengan membangun Desa Nelayan yang lengkap fasilitasnya.

Di antara fasilitas Desa Nelayan yang dimaksud adalah pabrik es, cold storage (penyimpanan dingin), dermaga, hingga kapal maupun transportasi lainnya.

"Nelayan-nelayan kita belum pernah mendapat perhatian, mereka tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka," ucap Prabowo.

Baca juga: Menengok Kebun Hidroponik SPPG Palmerah yang Diresmikan Prabowo: Hamparan Hijau di Tengah Ibu Kota

"Mereka sulit dapat solar, mereka sulit dapat akses ke pasar."

"Ini kita ubah totalnya dalam empat tahun mendatang, kita akan membangun 5.000 desa nelayan."

"Tiap desa nelayan, kita akan bangun pabrik es, cold storage, dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan."

Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).
Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026). (Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden)

Prabowo menegaskan, program ini sudah diorganisir oleh pemerintah melalui koperasi, sehingga para nelayan akan secara kolektif mengelola aktivitas produksi, distribusi, hingga pembiayaan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas