Pilot dan Co-Pilot Pesawat Smart Air Tewas di Tangan KKB, IPI: Pemerintah Harusnya Jamin Keselamatan
Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Muhammad Reza Nugraha menyebut, pemerintah memang memiliki tanggung jawab dalam menjamin keamanan penerbangan.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Pilot dan co-pilot pesawat Smart Air tewas ditembak KKB Papua di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
- Menurut Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Muhammad Reza Nugraha, pemerintah memang memiliki tanggung jawab dalam menjamin keamanan penerbangan.
- Reza berharap, pemerintah tidak hanya memberikan tindakan reaktif, tetapi juga langkah proaktif demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Captain Muammar Reza Nugraha menanggapi insiden penembakan pesawat terbang milik PT Smart Air Aviation di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) yang menewaskan pilot dan co-pilot.
Pesawat perintis jenis Cessna dengan nomor registrasi PK-SNR itu menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) yang diduga bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Pesawat tersebut sebelumnya terbang dari Bandara Tanah Merah menuju Lapangan Terbang Korowai Batu dengan membawa 13 penumpang, termasuk seorang bayi.
Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 11.17 WIT.
Pesawat dilaporkan mulai mendarat sekitar pukul 11.05 WIT. Namun, saat roda pesawat menyentuh landasan, tembakan tiba-tiba terdengar dari arah pepohonan di sisi landasan.
Setelah sempat mendarat, pesawat dihujani tembakan, sehingga kru dan penumpang memutuskan untuk menyelamatkan diri dengan berlari ke hutan.
Dalam tragedi tersebut, pilot dan kopilot yang bernama Capt. Egon Erawan dan Capt. Baskoro Adi Anggoro tewas.
Meski sempat ikut melarikan diri bersama para penumpang, keduanya ditemukan oleh para penyerang dan dieksekusi di lapangan terbang.
Captain Egon Erawan telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Kamis (12/2/2026) kemarin, sedangkan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro dimakamkan di TPU Pondok Kelapa pada Jumat (13/2/2026) hari ini.
Ketua IPI: Pemerintah Memang Bertanggung Jawab atas Jaminan Keamanan Penerbangan
Terkait insiden tewasnya pilot dan co-pilot pesawat Smart Air di tangan KKB, Reza berharap, pemerintah tidak hanya memberikan tindakan reaktif, tetapi juga langkah proaktif demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
Baca juga: Paman Kopilot Smart Air yang Tewas di Papua: Kok Bisa Bandara Tanpa Pengamanan?
Sebagaimana diketahui, aparat gabungan dari Satgas Rajawali TNI dan Satgas Damai Cartenz Polri dikerahkan ke wilayah Bandara Korowai Batu demi memperkuat keamanan pasca-insiden penembakan pesawat Smart Air.
Selain itu, Reza menilai pemerintah memang memiliki tanggung jawab dalam menjamin keamanan penerbangan, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, terutama pada BAB XIV KEAMANAN PENERBANGAN.
Hal ini disampaikan Reza dalam program Kompas Petang yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Jumat (13/2/2026).
"Untuk keamanan penerbangan sendiri sebenarnya semua sudah diatur di Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yaitu Bab 14 Keamanan Penerbangan," papar Reza.
"Di situ ditulis bahwa pemerintah memang bertanggung jawab terhadap jaminan keamanan penerbangan."
Baca tanpa iklan