Zulhas Klaim Indonesia Surplus 4,2 Juta Ton Beras Pada 2025, Target Kini Diperluas
Zulhas menegaskan keberhasilan percepatan kedaulatan pangan nasional dengan klaim Indonesia surplus beras 4,2 juta ton pada 2025.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Zulhas mengklaim Indonesia surplus beras 4,2 juta ton pada 2025
- Tahun ini produksi beras dan jagung ditargetkan meningkat lebih tinggi lagi
- Pemerintah akan membangun 20.000 hektare tambak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan keberhasilan percepatan kedaulatan pangan nasional dengan klaim Indonesia surplus beras 4,2 juta ton pada 2025.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyebut capaian tersebut terjadi setelah dirinya dipercaya sebagai Menko Pangan.
"Tahun 2024 kita impor beras lebih dari 4 juta ton. Tahun 2025, setelah Menko Pangannya Zulkifli Hasan, kita surplus 4,2 juta ton. Tidak impor satu butir pun,” kata Zulhas dalam sambutannya saat menghadiri PANFEST di Hutan Kota Senayan, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Dia menambahkan, pada tahun ini produksi beras dan jagung ditargetkan meningkat lebih tinggi lagi.
Fokus kebijakan pangan, dikatakan Zulhas, diarahkan untuk mengangkat kelompok termiskin di sektor pangan.
Baca juga: Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H Tercatat Stabil, Pasokan Aman Terkendali
“Yang paling miskin itu petani, peternak, dan nelayan. Itu yang kita urus supaya swasembada pangan dan tidak miskin lagi,” kata dia.
Tak hanya pangan darat, Zulhas juga memaparkan rencana besar untuk sektor kelautan.
Pemerintah, kata dia, akan membangun 20.000 hektare tambak dan mengembangkan 2.000 desa nelayan lengkap dengan pabrik es, cold storage, dan armada perahu.
Baca juga: Produksi Beras RI 2025 Diklaim Naik 13,29 Persen, Terjebak Ilusi Swasembada Pangan Nasional
“Kalau ikan banyak tapi harga jatuh, jangan dijual. Simpan di cold storage tiga sampai enam bulan. Supaya harga bagus dan nelayan sejahtera,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Zulhas turut menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menyasar 82,9 juta penerima.
Menurutnya, swasembada pangan menjadi fondasi agar program tersebut berjalan berkelanjutan.
“Kalau ikan, telur, ayam, beras sudah surplus, kita kasih makan anak-anak Indonesia. Tidak boleh ada anak Indonesia kurang gizi,” pungkas dia.
Merujuk Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras nasional pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai kurang lebih 10,16 juta ton, meningkat sekitar 15,79 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (~8,78 juta ton).
Adapun stok awal tahun 2026 mencapai sekitar 12,529 juta ton, meningkat lebih dari 200 % dibanding stok awal 2024.
Angka ini sudah termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar ±3,248 juta ton yang dikelola oleh Bulog.