Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perjalanan Hidup KH M Cholil Nafis: Dari Pesantren Jawa Timur ke Doktor Ekonomi Syariah

KH M Cholil Nafis, santri Madura yang menempuh pendidikan panjang hingga doktor ekonomi syariah, kiprah akademik dan keluarga tetap terjaga.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam

Ringkasan Berita:
  • Santri Madura jalani pendidikan panjang hingga doktor ekonomi syariah
  • Kiprah akademik, organisasi, dan internasional tegaskan peran nasional
  • Hidup di Jakarta, tetap menjaga akar pesantren dan keluarga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, menempuh perjalanan panjang dari pesantren di Madura hingga meraih gelar doktor ekonomi syariah di luar negeri.

Lahir di Sampang, Jawa Timur, 1 Juni 1975, Kiai Cholil tumbuh dalam keluarga pesantren yang menjadi fondasi utama perjalanan intelektual dan kiprahnya di tingkat nasional.

Hal itu diungkapkannya saat wawancara khusus dengan Tribun Network dalam program Cerita Kiai, di Jakarta, Senin (16/2/2026).

“Saya lahir di Madura, dari keluarga biasa. Dari jalur ibu memang keluarga kiai yang punya pesantren. Kalau dari jalur bapak, pengusaha. Tapi anak-anak semuanya disekolahkan di sekolah agama dan pesantren,” kata Cholil.

Pendidikan Panjang dari Pesantren ke Kampus

Sejak kecil, ia akrab dengan Al-Qur’an dan kitab-kitab klasik.

Pendidikan formalnya ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Al-Ihsan Jrangoan, Sampang, lalu Madrasah Tsanawiyah Pesantren Sidogiri, Pasuruan, dan Madrasah Aliyah Al Miftah, Pamekasan.

Rekomendasi Untuk Anda

Jenjang pendidikan tinggi ia lanjutkan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dengan gelar Lc, serta meraih gelar S.Ag dari Sekolah Tinggi Agama Islam Az-Ziyadah Jakarta.

Pascasarjana ia selesaikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan gelar M.A, dan doktoralnya di Universitas Malaya, Malaysia, dengan konsentrasi ekonomi syariah.

“Dan kemudian S3 saya mengambil di Malaya University, mengambil ekonomi syariah,” katanya.

Selain pendidikan formal, ia mengikuti berbagai kursus bahasa, kaderisasi ulama, serta sertifikasi pengawas syariah di tingkat nasional dan internasional.

Sertifikasi & Kiprah Akademik

Kiai Cholil memiliki sertifikasi pengawas syariah dari Dewan Syariah Nasional dan Bank Indonesia, serta pernah menjalani post-doctoral di Muhammad V University, Maroko.

Ia berstatus PNS dengan pangkat Pembina IVB dan jabatan Lektor Kepala.

Sejak 2004, ia menjadi Staf Pengajar Ekonomi dan Keuangan Syariah Pascasarjana Universitas Indonesia, serta mengajar di UIN Syarif Hidayatullah, Institut Pembina Rohani Islam Jakarta, dan Sekolah Tinggi Al-Qur’an Al-Hikam, Depok.

Kiprah Lembaga & Organisasi

Ia aktif sebagai Dewan Pengawas Syariah di berbagai lembaga keuangan syariah, termasuk Pegadaian Syariah, Kresna Multi Finance, ACE Life Assurance, dan sejumlah koperasi serta asuransi syariah.

Sejak mahasiswa, ia dikenal sebagai aktivis. Kini menjabat Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat, Mustasyar PWNU Jawa Barat, Ra’is Syuriah PBNU, serta Wakil Ketua Umum MUI. Sebelumnya ia pernah menjabat di PMII, KNPI, MUI Jakarta, dan PBNU.

Baca juga: KH Cholil Nafis Ungkap Awal Mula Dipanggil Kiai di Layar Televisi

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas