Mahfud MD soal Debat Purbaya vs Trenggono: Menko-nya Harus Turun Tangan
Eks Menko Polhukam Mahfud MD mengomentari perseteruan antara Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Eks Menko Polhukam Mahfud MD mengomentari perseteruan antara Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
- Mahfud menyebut, Menteri Koordinator (Menko) harus turun tangan menyelesaikan perang statement antara Trenggono dengan Purbaya terkait anggaran proyek revitalisasi galangan kapal.
- Mahfud menyatakan bahwa perdebatan antarmenteri merupakan hal yang sebelumnya juga pernah terjadi.
TRIBUNNEWS.COM - Eks Menko Polhukam Mahfud MD mengomentari perseteruan antara Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Mahfud menyebut, Menteri Koordinator (Menko) harus turun tangan menyelesaikan perang statement antara Trenggono dengan Purbaya terkait anggaran proyek revitalisasi galangan kapal.
"Kalau soal efisiensi seperti perdebatan antara Pak Trenggono sama Pak Purbaya itu kan soal tata kelola saja."
"Itu yang harus turun tangan itu Menko-nya kan, memberitahu," ucapnya dalam tayangan video di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Selasa (17/2/2026).
Mahfud menyatakan perdebatan antarmenteri merupakan hal yang sebelumnya juga pernah terjadi.
Misalnya, perdebatan antara mantan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
"Enggak apa-apa juga, itu yang menyindir bukan pelanggaran hukum, masing-masing punya prinsip, tapi kan ada yang di atasnya untuk pada saatnya (perdebatan) itu dihentikan ini baiknya bagaimana. Nah itulah perlunya organisasi," jelas Mahfud.
Sebelumnya, Sakti Wahyu Trenggono bungkam terkait perseteruannya dengan Purbaya Yudhi Sadewa.
Saat akan mengikuti rapat terbatas di Istana, Trenggono tidak berkomentar sedikitpun terkait anggaran proyek revitalisasi galangan kapal yang sempat membuat dia perang statement dengan Purbaya, Kamis(12/2/2026).
Trenggono tidak bergeming dan terus berjalan menuju Istana meski awak media melontarkan berbagai pertanyaan, termasuk apakah hubungannya dengan Purbaya sudah membaik terkait anggaran revitalisasi galangan kapal tersebut.
Hal yang sama dilakukan Trenggono usai rapat terbatas. Ia hanya mau berkomentar singkat terkait proyek kampung nelayan.
Baca juga: Menkeu Purbaya Kritik Bank Syariah, Anwar Abbas: Bukan Ganti Istilah, tetapi Soal Biaya
Saat ditanya awak media, Trenggono terus berusaha mencari jalan menuju mobilnya untuk meninggalkan Istana.
Perseteruan
Purbaya sempat mengatakan, meskipun berasal dari pinjaman luar negeri, dana revitalisasi galangan kapal tetap harus melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Hal itu disampaikan Purbaya merespons sindiran Trenggono mengenai dana revitalisasi galangan kapal yang berasal dari pinjaman luar negeri dan belum dikucurkan.
"Iya. Tapi kan nanti lewat Menkeu juga," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11/2/2026).
Baca tanpa iklan