Koalisi Pencari Fakta: Kerusuhan Agustus 2025 Dipicu Pelindasan Affan oleh Rantis Brimob
KPF sebut pelindasan Affan Kurniawan picu kerusuhan Agustus 2025. Respons aparat dinilai memicu eskalasi aksi
Penulis:
Ibriza Fasti Ifhami
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Koalisi Pencari Fakta menyimpulkan kerusuhan Agustus 2025 dipicu insiden pelindasan yang menewaskan Affan Kurniawan oleh rantis Brimob pada 28 Agustus
- Temuan itu berdasarkan penelusuran atas 115 berkas kepolisian, 63 informan, dan data di sejumlah daerah
- KPF menilai respons aparat yang dinilai lambat memicu eskalasi aksi di berbagai kota
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koalisi Pencari Fakta (KPF) bentukan Koalisi Masyarakat Sipil menyampaikan, terjadinya kerusuhan Agustus 2025 dipicu insiden pelindasan yang menewaskan Affan Kurniawan oleh kendaraan rantis Brimob Polri.
Hal ini berdasarkan laporan dari penelusuran independen KPF terhadap 115 berkas pemeriksaan kepolisian, ribuan data sumber terbuka, 63 informan, serta jejak peristiwa di 8 provinsi, 18 kota, dan 3 lokasi di luar negeri sejak September 2025 hingga Februari 2026.
Peneliti Komisi Pencari Fakta, Ravio Patra mengatakan, tim KPF menemukan adanya peningkatan eskalasi kerusuhan setelah peristiwa pelindasan Affan Kurniawan terjadi, pada 28 Agustus 2025 lalu.
Ravio menjelaskan, peristiwa kerusuhan dibagi menjadi tiga gelombang. Adapun gelombang pertama (25–27 Agustus 2025), aksi demonstrasi berlangsung damai.
Total, KPF mencatat aksi terjadi di 23 kota pada 25 Agustus, lalu berkurang menjadi 7 kota pada 26
Agustus, dan 19 kota pada 27 Agustus.
Kemudian, terjadi peningkatan jumlah aksi demonstrasi yang berlangsung pada gelombang kedua (28 Agustus 2025), menjadi 49 aksi yang terbagi di beberapa kota di Indonesia.
Baca juga: 3 Terdakwa Penghasutan Demo Ricuh Jadi Tahanan Kota, Delpedro Marhaen Akan Selesaikan Tesis
Selanjutnya, jumlah aksi terus berakselerasi pada gelombang ketiga. KPF mencatat terjadi 76 demonstrasi di 76 kota, pada 30 Agustus 2025.
"Jadi datanya menunjukkan bahwa penyebab kerusuhan adalah pembunuhan Affan Kurniawan. Karena ada eskalasi berupa pembunuhan Affan Kurniawan yang tidak segera ditangani oleh kepolisian," jelas Ravio.
Lebih lanjut, menurutnya, akselerasi jumlah aksi seharusnya bisa diredam apabila pihak kepolisian langsung bertindak atas insiden pelindasan yang menewaskan Affan Kurniawan.
"Seandainya negara ketika itu langsung bertindak saat itu juga secara tegas dan disiplin, maka akselerasinya tidak terjadi. Akselerasinya terjadi karena negara tidak langsung bertindak dan menunggu-nunggu dan tidak memberikan jawaban pasti kepada masyarakat," tutur Ravio.
Sementara itu, Ravio juga mengatakan, dalam laporannya KPF menilai, insiden pelindasan Affan Kurniawan oleh rantis Brimob Polri, pada 28 Agustus 2025 lalu, sebagai pembunuhan.
Jelasnya, keterangan dari saksi mata yang saat kejadian berada di lokasi menyatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 19.27 WIB malam.
"Yang terjadi pada 28 Agustus 2025, seperti kita ketahui semua adalah pembunuhan Affan Kurniawan," kata Ravio, dalam acara Rilis Laporan Komisi Pencari Fakta Agustus 2025 terkait Demonstrasi, Kerusuhan, penjarahan, dan Perburuan Aktivis Terbesar Sejak Reformasi 1998, di Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).
"Dan dalam laporan ini kami memang tetapkan ini sebagai sebuah pembunuhan, bukan kecelakaan, bukan meninggalnya, bukan tewasnya, tapi pembunuhan Affan Kurniawan," tambahnya.
Lanjutnya, dalam peristiwa yang berlangsung di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat itu, rantis Rimueng Brimob sempat berhenti selama 7 detik setelah melakukan pelindasan pertama hingga kemudian dikerubungi oleh warga.
Baca tanpa iklan