Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cadangan Beras Catatkan Capaian Tertinggi, Asa Menuju Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia mencatatkan tertinggi pada Juli 2025 lalu dan masih bertahan hingga saat ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Rinciannya, 287,6 ribu ton untuk memperkuat CBP dan 6 ribu ton untuk stok beras komersial. 

Perlunya Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Sementara itu peneliti Yayasan Kekal Berdikari, Jan Prince Permata menilai capaian swasembada beras nasional memiliki makna strategis yang lebih luas.

Ia menjelaskan, tidak ada negara yang benar-benar berdaulat tanpa kemampuan memberi makan rakyatnya sendiri.

"Ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat bangsa, stabilitas sosial, dan masa depan pembangunan. Karena itu, swasembada pangan bukan hanya target produksi, tetapi agenda strategis yang menentukan arah keberlanjutan sebuah negara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Februari 2026.

Jan mengungkapkan pembahasan swasembada memang perlu melihat nasib petani sebagai aktor utama produksi pangan.

Namun ia juga menekankan bahwa peningkatan produksi yang konsisten merupakan pijakan awal yang penting.

“Ketika kebijakan pangan dibicarakan, pada dasarnya yang dipertaruhkan bukan hanya angka produksi, tetapi juga keberlanjutan kehidupan jutaan keluarga petani,” katanya.

Sektor Pertanian dalam Ekonomi Nasional

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,11 persen (yoy).

Hal itu diungkapkan Airlangga, juga dalam acara acara Indonesia Economic Outlook 2026.

Capaian itu menempatkan Indonesia di posisi kedua tertinggi di antara negara-negara G20, setelah India yang mencatatkan angka pertumbuhan 7,4 persen.

“Di tengah situasi global yang stagnan, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan di atas 5 persen. Ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat,” kata Airlangga.

Adapun sektor pertanian tumbuh 5,03 persen dan menjadi salah satu penopang stabilitas harga.

Nilai Tukar Petani di Indonesia

Pada akhir 2025, diketahui sektor pertanian nasional memiliki capaian Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 125,35, atau meningkat 1,05 persen dibandingkan November 2025.

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani, diukur dari perbandingan antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayar petani.

Jika NTP lebih dari 100, menunjukkan petani surplus atau daya beli meningkat. Apabila NTP = 100 maka impas. Sedangkan jika NTP kurang dari 100, maka petani defisit atau daya beli menurun.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas