Nama Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029, Ini Analisis IPR
Menurutnya, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) memberikan pandangan terkait nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang mulai diperbincangkan sebagai kandidat bursa Calon Presiden (Capres) 2029
- Menurutnya, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
- Iwan menambahkan, Sjafrie juga menjadi salah satu menteri yang mendapat kepercayaan besar dari Presiden Prabowo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan memberikan pandangan terkait nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang mulai diperbincangkan sebagai kandidat bursa Calon Presiden (Capres) 2029.
Menurutnya, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Jokowi Mania Tantang Ketum Parpol: Jangan Berebut Wapres, Maju Capres 2029
Perannya strategis yang tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan dan keamanan.
“Nama Sjafrie masuk dalam radar bursa capres merupakan hal yang logis," ungkap Iwan dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Pengamat: Deklarasi Dini Anies Sebagai Capres Partai Gerakan Rakyat Picu Efek Domino Parpol
"Kita melihat bagaimana kinerja dan perannya cukup sentral di pemerintahan Prabowo-Gibran hari ini,” tambahnya.
Iwan menambahkan, Sjafrie juga menjadi salah satu menteri yang mendapat kepercayaan besar dari Presiden Prabowo.
Sosok Sjafrie memimpin agenda strategis nasional, satu di antaranya Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Satgas tersebut dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 dan memiliki mandat untuk menertibkan penguasaan lahan ilegal di kawasan hutan, termasuk perkebunan sawit dan pertambangan tanpa izin.
“Satgas PKH fokus mengambil alih lahan-lahan ilegal serta menegakkan hukum atas penyalahgunaan kawasan hutan. Targetnya jelas, mengembalikan jutaan hektare lahan menjadi aset negara,” jelasnya.
Lebih jauh, Iwan menilai langkah pemerintah melalui Satgas PKH telah berdampak besar terhadap penyelamatan potensi kerugian negara.
Namun demikian, peluang Sjafrie untuk maju sebagai Capres 2029 sangat bergantung pada dinamika politik ke depan, terutama terkait keputusan Presiden Prabowo.
“Realistisnya Sjafrie akan sangat sulit maju jika Prabowo Subianto masih mencalonkan diri untuk periode kedua, mustahil beliau maju melawan Prabowo, mengingat posisi Sjafrie adalah salah satu menteri kepercayaan Presiden,” urainya.
Baca juga: CSIS Menilai Pengaturan Koalisi Capres Berpotensi Bertentangan dengan Prinsip Demokrasi
Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029
Hasil survei terbaru lembaga Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029 termasuk, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
"Berdasarkan hasil survei terbaru kami, sejumlah wajah-wajah baru masuk dalam bursa bakal capres 2029 seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa," ujar Peneliti IPI Abdan Sakura dalam konferensi pers rilis hasil survei bertajuk 'Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029' di Semanggi, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Wajah-wajah baru tersebut masuk dalam 10 besar tokoh untuk menjadi bakal capres 2029. Sjafrie Sjamsoeddin berada di urutan ke-7 dengan tingkat elektabilitas di angka 7,5 persen disusul Purbaya Yudhi Sadewa 4,9 persen dan Sherly Tjoanda 3,8 persen.
Di puncak elektabilitas dikuasai Prabowo Subianto dengan angka 22,3 persen. Angka tersebut jauh melampaui tokoh lainnya.
Elektabilitas Gibran Rakabuming Raka berada di urutan kedua dengan angka elektabilitas 12,2 persen dan disusul Ganjar Pranowo di angka 9 persen, Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan 8,5 persen, lalu Gubernur Jakarta sekarang Pramono Anung 7,8 persen dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi 7,9 persen.
Abdan menjelaskan, munculnya wajah-wajah baru tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor mempengaruhi elektabilitas mereka seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, visi - misi dan program kerja.
Abdan mencontohkan 4 indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie Sjamsoeddin, seperti kepemimpinan dan ketokohannya di angka 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen serta integritas 10 persen.