Dirjen Dukcapil Dorong Banyumas dan Depok Jadi Role Model IKD Perkuat Digitalisasi Perlinsos
Penguatan IKD akan memperkokoh integrasi data kependudukan sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran, transparan dan akuntabel
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Ditjen Dukcapil mendorong Kabupaten Banyumas dan Kota Depok menjadi role model nasional dalam transformasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)
- Dorongan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi saat menerima audiensi Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Banyumas dan Kota Depok
- Penguatan IKD akan memperkokoh integrasi data kependudukan sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mendorong Kabupaten Banyumas dan Kota Depok menjadi role model nasional dalam transformasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk memperkuat digitalisasi program Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Dorongan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi saat menerima audiensi Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Banyumas dan Kota Depok di Gedung Ditjen Dukcapil, Jakarta.
Baca juga: Frekuensi Belanja Online Tinggi di Momen Ramadan, Pakar Siber Bongkar Cara Hindari Penipuan Digital
“Kabupaten Banyumas dan Kota Depok kami dorong menjadi daerah piloting baru dalam percepatan implementasi IKD untuk mendukung program prioritas pemerintah di bidang perlindungan sosial,” ujar Teguh dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Audiensi ini sekaligus menjadi pertemuan perkenalan bagi Kepala Dinas Dukcapil Banyumas Agus Sriyono dan Kepala Dinas Dukcapil Kota Depok Mary Liziawati. Pertemuan turut dihadiri Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar, Kasubdit Keamanan Informasi Kependudukan Mensuseno, serta jajaran Direktorat IDKN Ditjen Dukcapil.
Baca juga: Libur Imlek, BNI Siagakan Operasional Terbatas dan Optimalkan Layanan Digital
Teguh menegaskan, penguatan IKD akan memperkokoh integrasi data kependudukan sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
“Kami berharap Banyumas dan Depok menyusul keberhasilan Banyuwangi dan menjadi contoh bagi daerah lain. Dukcapil pusat akan mendampingi penuh agar program ini berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Banyumas Agus Sriyono menyatakan kesiapan daerahnya menjadi daerah percontohan digitalisasi perlindungan sosial.
“Banyumas siap menjadi piloting program nasional digitalisasi perlindungan sosial. Kami menyiapkan strategi percepatan aktivasi IKD agar bantuan sosial tepat sasaran dan transparan,” kata Agus.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Kota Depok Mary Liziawati. Ia menegaskan komitmen memperkuat integrasi data kependudukan demi kemudahan layanan publik.
“Dengan IKD, masyarakat Depok akan merasakan kemudahan layanan tanpa bergantung pada dokumen fisik, sekaligus jaminan keamanan data pribadi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar menekankan pentingnya konsistensi daerah dalam menjaga kualitas data kependudukan.
“Keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada komitmen daerah. Banyumas dan Depok kami harapkan menjadi role model nasional,” katanya.
Kasubdit Keamanan Informasi Kependudukan Mensuseno menambahkan bahwa setiap inovasi digital harus dibarengi perlindungan data pribadi yang kuat agar layanan publik tetap aman dan tepercaya.
Sebagai tindak lanjut, Ditjen Dukcapil akan memperkuat koordinasi dan pendampingan percepatan aktivasi IKD.
Baca juga: Cara Cetak KK Online Lewat Aplikasi IKD, Pastikan Anda Sudah Aktivasi Akun di Dukcapil
Banyumas dan Depok diharapkan mampu mengintegrasikan layanan kependudukan digital lintas sektor, mulai dari bantuan sosial, kesehatan, hingga layanan perbankan.
Baca tanpa iklan