Warganet Kecewa Bendera Indonesia Berdampingan dengan Bendera Israel saat KTT BoP
Gambar bendera Indonesia terlihat berdampingan dengan gambar bendera Israel saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace di AS
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Gambar bendera Indonesia berdempetan dengan bendera Israel saat KTT BoP.
- Sejumlah warganet kecewa dengan penempatan bendera Indonesia di samping bendera Israel.
- Mantan Dino Patti Djalal menyampaikan analisisnya tentang KTT BoP.
TRIBUNNEWS.COM – Gambar bendera Indonesia terlihat berdampingan atau berdempetan dengan gambar bendera Israel saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di Washington D.C., Amerika Serikat (AS), Kamis, (19/2/2026).
Adapun bendera-bendera negara anggota Board Peace dipasang berjejer memanjang di sebuah layar atau background yang berada di belakang tempat duduk para delegasi.
Layar tersebut bertuliskan “DONALD J. TRUMP INSTITUTE OF PEACE”. Di bawah tulisan itu terdapat logo Board of Peace yang berbentuk seperti perisai dengan disertai gambar benua Amerika dan dua tangkai gandum yang berwarna kuning keemasan.
Lalu, di bawah logo Board of Peace terdapat deretan gambar bendera negara anggota dewan. Bendera Indonesia berada di urutan keenam dari kanan. Bendera Merah Putih tampak diapit oleh bendera India (sebelah kiri) dan bendera Israel yang bergambar Bintang David (sebelah kanan).
Penampakan bendera Indonesia yang tepat berada di samping bendera Israel itu mengundang sorotan dan kekecewaan dari sejumlah warganet Indonesia di media sosial.
“Ironi kan? Yes, cuma kita bisa apa?” kata seorang warganet di Instagram, Jumat.
“Desainernya nggak sengaja nih,” kata warganet lainnya.
“Sengaja keknya bendera Israel didempetin sama Indo,” kata yang lainnya.
KTT pertama Board of Peace turut dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang berkesempatan menyampaikan pidatonya.
Analisis Dino Patti Djalal tentang KTT BoP
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengungkap sembilan poin mengenai analisisnya terhadap rapat perdana Board of Peace yang dibesut oleh Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Dino Patti Djalal Apresiasi Prabowo yang Tak Umumkan Iuran Rp17 Triliun di Board of Peace
Rapat perdana ini digelar tak sampai sebulan dari peluncuran Board of Peace dalam sebuah seremoni di sela-sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis, (22/1/2026).
Forum tersebut diklaim bertujuan untuk mewujudkan perdamaian di Palestina, mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta merekonstruksi Gaza, serta untuk mengawasi pelaksanaan Rencana Perdamaian Gaza dan Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Melalui sebuah unggahan di akun media sosial X (dulu Twitter) @dinopattidjalal, Jumat (20/2/2026), Dino Patti Djalal memberi catatan kritis tentang berjalannya rapat perdana BoP.
Berikut analisis Dino yang menyoroti potensi rapuh dan risiko dari berjalannya Board of Peace, pembentukan pasukan penjaga perdamaian di Palestina, kurangnya empati dari pihak AS, hingga masalah tata kelola dana yang dikumpulkan dalam forum tersebut.
Baca tanpa iklan