Fokus Penguatan Kompetensi Mahasiswa, ISI Bali Gandeng Mitra Industri Kreatif
Penguatan kompetensi mahasiswa di era industri kreatif digital semakin menjadi kebutuhan mendesak.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan pengalaman profesional bagi mahasiswa, tetapi juga menjembatani kesenjangan antara dunia kampus dan kebutuhan industri kreatif nasional.
- Mahasiswa ISI Bali mendapatkan akses mentoring dari praktisi industri, pemahaman tentang standar kerja profesional, hingga pengalaman mengerjakan proyek riil.
- Mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kreativitas, tetapi juga dengan pemahaman tentang tuntutan profesionalisme.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Penguatan kompetensi mahasiswa di era industri kreatif digital semakin menjadi kebutuhan mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali) menggandeng Bali Good Eyes sebagai mitra industri strategis untuk membuka akses pembelajaran berbasis praktik nyata.
Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan pengalaman profesional bagi mahasiswa, tetapi juga menjembatani kesenjangan antara dunia kampus dan kebutuhan industri kreatif nasional maupun global.
Atas komitmen tersebut, Bali Good Eyes menerima penghargaan dari ISI Bali sebagai mitra industri yang dinilai konsisten mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.
Kerja sama ini memberikan manfaat konkret bagi mahasiswa ISI Bali, terutama dalam menghadapi dinamika industri kreatif berbasis digital yang berkembang pesat. Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga kesempatan terlibat langsung dalam proyek industri profesional.
Mahasiswa ISI Bali mendapatkan akses mentoring dari praktisi industri, pemahaman tentang standar kerja profesional, hingga pengalaman mengerjakan proyek riil yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, mereka memiliki gambaran nyata mengenai alur kerja di industri kreatif, mulai dari perencanaan strategi, eksekusi kreatif, hingga evaluasi berbasis data.
General Manager Bali Good Eyes, Ida Bagus Indra Pratama Putra, atau yang akrab disapa Gus Indra, menyebut kolaborasi dengan institusi pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab industri dalam membangun generasi kreatif yang siap bersaing.
Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kreativitas, tetapi juga dengan pemahaman tentang tuntutan profesionalisme, manajemen proyek, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Bagi mahasiswa ISI Bali, kemitraan ini menjadi peluang penting untuk memperluas jejaring profesional sejak dini.
Keterlibatan langsung dalam proyek industri juga meningkatkan kepercayaan diri serta portofolio mereka sebelum memasuki dunia kerja.
Pihak ISI Bali menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada mitra yang menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi model sinergi antara kampus dan industri dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Baca juga: Media Eropa Soroti Temuan Seni Gua Tertua di Dunia di Pulau Muna Indonesia
Dengan dukungan mitra industri seperti Bali Good Eyes, mahasiswa ISI Bali diharapkan semakin siap menghadapi tantangan industri kreatif digital yang kompetitif. Tidak hanya menjadi lulusan yang unggul secara akademik, mereka juga dibekali pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa kini.
Baca tanpa iklan