Bahlil Meradang soal Polemik Doktor UI, Tes Dua Kali hingga Tantang Pembuktian Penuduh
Bahlil buka-bukaan soal polemik doktor UI, dari tes masuk dua kali hingga dugaan perlakuan berbeda terhadap anak daerah.
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara soal polemik gelar doktor Universitas Indonesia yang menjerat namanya.
- Ia mengaku telah mengikuti seluruh prosedur akademik sejak masuk hingga ujian terbuka. Menteri ESDM itu juga mempertanyakan perubahan syarat kelulusan dan menyinggung perlakuan terhadap anak daerah.
TRIBUNNEWS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara terkait polemik gelar doktor yang diperolehnya dari Universitas Indonesia (UI).
Dalam podcast bersama akademisi dan pakar ekonomi Rhenald Kasali, Bahlil memaparkan kronologi sejak proses penerimaan mahasiswa doktor hingga berbagai tudingan yang muncul belakangan.
Ia menegaskan seluruh tahapan akademik yang dijalaninya mengikuti aturan kampus. Bahkan, untuk masuk program doktor, dirinya harus mengikuti tes sebanyak dua kali.
Percobaan pertama gagal meski saat itu dirinya telah menjabat sebagai Menteri Investasi. Kesempatan kedua pada 2022 baru membawanya lolos seleksi akademik dan wawancara.
Dalam wawancara penerimaan mahasiswa, Bahlil mengaku ditanya soal komitmen menyelesaikan studi karena banyak pejabat yang tidak menuntaskan pendidikan doktor atau membutuhkan waktu sangat lama.
Keinginan kuliah, kata Bahlil, bukan untuk mengejar ijazah, melainkan menguji konsep hilirisasi yang selama ini dijalankannya sebagai kebijakan negara melalui pendekatan akademik.
Saat diterima sebagai mahasiswa doktor di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI, ia memperoleh penjelasan bahwa masa studi tercepat dapat ditempuh dalam empat semester.
Bahlil menilai seluruh proses berikutnya, mulai seminar, riset, ujian tertutup hingga ujian terbuka, sepenuhnya berada di bawah kewenangan kampus.
"Kalau saya tidak layak, kenapa saya diizinkan ikut ujian terbuka?" demikian argumentasi Bahlil, dikutip dari YouTube Prof. Rhenald Kasali, Rabu (9/6/2026).
Ia juga membantah tudingan bahwa gelar doktor dibutuhkan untuk menunjang jabatan politiknya.
Baca juga: 301 Profesor UI Minta MA Batalkan Putusan PTUN Terkait Promotor Disertasi Bahlil
Bahlil mengingatkan bahwa sebelum menjalani ujian terbuka, dirinya telah lebih dahulu menjabat Menteri ESDM sehingga tudingan tersebut dinilai tidak relevan.
Bahlil Tantang Penuduh Tunjukkan Pelanggaran Akademik
Di tengah berbagai kritik yang muncul, Bahlil justru menantang pihak-pihak yang menudingnya melakukan pelanggaran akademik.
Ia meminta agar setiap tuduhan disertai dasar aturan yang jelas.
Bahlil menegaskan siap menerima konsekuensi apabila terbukti melanggar ketentuan akademik UI.
Sebaliknya, ia mempertanyakan alasan dirinya terus dipersoalkan jika seluruh prosedur yang ditetapkan kampus telah dijalankan.