Rajin Ibadah, Diduga Terima Miliaran dari Bandar: Kejatuhan Eks Kapolres Bima Bikin Warga Terdiam
Eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro dikenal religius dan rajin ke masjid. Kini diduga terima Rp2,8 miliar dari bandar, warga terkejut.
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Rumah mewah eks Kapolres Bima di Poris kini sepi
- Warga mengenalnya religius dan rajin ke masjid
- Diduga terima setoran hingga Rp2,8 miliar dari bandar narkoba
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sosok yang selama ini dikenal religius dan rajin beribadah di lingkungan tempat tinggalnya, mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, kini terseret kasus narkoba serta dugaan penerimaan aliran dana miliaran rupiah dari bandar.
Warga di Perumahan Taman Royal Arum, Poris Plawad Indah, Kota Tangerang, Banten, mengaku tak menyangka perwira polisi tersebut terjerat perkara serius.
Didik sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Kapolres Tangerang sebelum dimutasi ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia dan keluarganya tinggal di kawasan tersebut sejak 2018.
Rumah Mewah Kini Lengang
Pantauan di lokasi pada Jumat (20/2/2026), rumah dua lantai milik Didik tampak sepi. Tidak terlihat aktivitas penghuni.
Hanya seekor kucing putih berada di teras. Tiga sepeda motor terparkir di halaman, tanpa mobil.
Ketua RW setempat, Arief, mengatakan keluarga Didik dikenal tertutup, namun tidak pernah menimbulkan persoalan di lingkungan.
“Beliau waktu jadi Wakapolres sering muncul di masjid sama anak-anaknya. Kita nyangkanya orang baik, santun. Tahu-tahu… sangat disayangkan,” ujarnya.
Dikenal Religius dan Dermawan
Sejumlah warga menyebut Didik kerap salat berjamaah di masjid kompleks bersama anak-anaknya.
Sekuriti kompleks, Bahrun, mengingat momen syukuran saat Didik pertama kali menempati rumah tersebut.
“Kami diajak makan waktu syukuran. Sekuriti diminta berhenti sebentar untuk makan di rumahnya,” katanya.
Petugas kebersihan bernama Jangkung juga mengaku pernah menerima uang tip.
“Kadang kalau ketemu, saya dikasih duit buat ngopi,” ujarnya.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, Didik disebut jarang terlihat di lingkungan.
Baca juga: Kapolres Bima AKBP Didik Hukum AKP Malaungi Usai Terendus Wartawan: Carikan Alphard atau Saya Copot
Dugaan Setoran Rp400 Juta per Bulan
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain Harahap, mengungkap adanya dugaan praktik setoran rutin sejak Juni 2025.
Kasat Narkoba AKP Malaungi disebut memungut Rp400 juta per bulan dari bandar narkoba berinisial B.
Baca tanpa iklan