Gabung BoP, Menlu Tegaskan RI Tak Perlu Bayar Iuran 1 Miliar Dolar AS
Menlu Sugiono mengatakan, Indonesia tak perlu membayar iuran sebesar 1 miliar dolar AS setelah bergabung dengan Board of Peace.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
"Saya juga sempat menanyakan kira-kira kapan pasukan ini akan dikirim? Jawabannya secepatnya mereka akan siapkan timeline-nya," ungkapnya.
Sugiono menyatakan bahwa pasukan perdamaian akan ditempatkan di Rafah, tetapi dirinya belum mengetahui detailnya seperti apa.
"Mulainya dari situ (Rafah) katanya kemarin. Tapi nanti detailnya kan ada operasinya seperti apa, teaternya seperti apa," tuturnya.
Biaya Pengiriman Pasukan
Sugiono menyebut, biaya pengiriman pasukan akan menggunakan biaya kontribusi dan sudah menjadi komitmen berbagai negara yang tergabung di dalam Board of Peace.
"Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini, itu seperti kemarin di Board of Peace itu juga ada beberapa yang komitmen untuk kontribusi baik private maupun negara itu juga akan digunakan untuk menopang semua operasional," ujar Sugiono.
Meski begitu, dirinya tak memungkiri bahwa Indonesia juga akan mengeluarkan sejumlah biaya untuk mengirim pasukan tersebut.
"Tapi kita juga sebagai pengirim pasukan pasti mengeluarkan biaya," tutur Sugiono.
Ia juga menjelaskan sejumlah negara sudah menyampaikan sumbangan lain di luar kontribusi keanggotaan sebesar 1 miliar dolar AS.
Sembilan negara itu adalah Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, Bahrain, Kazakhstan, Azerbaijan, Qatar, Uzbekistan, Kuwait, dan Arab Saudi.
Mereka sudah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai 7 miliar dolar AS.
Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF
Terkait posisi Indonesia yang ditunjuk sebagai Wakil Komandan ISF, Sugiono pasukan Indonesia yang dikirimkan tidak untuk melakukan operasi militer maupun demiliterisasi.
Terpilihnya Indonesia menjadi Wakil Komandan ISF ini, menurut Sugiono, sebagai suatu penghormatan.
"Deputy commander operasi ini merupakan sesuatu penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian," katanya.
"Saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF (mencapai perdamaian Palestina-Israel)," sambungnya.