Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polemik LPDP dan Kisah Para Alumni yang Memilih Mengabdi untuk Indonesia

Polemik LPDP mencuat, 44 alumni melanggar kewajiban. Di tengah sorotan, kisah dokter hingga lurah tetap mengabdi untuk Indonesia.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
  • Video DS soal kewarganegaraan Inggris viral
  • Menkeu Purbaya ancam tutup karier alumni yang hina Indonesia
  • Dokter Theo mengabdi di Jepara
  • Devi Ulumit bangkit dari kemiskinan, jadi Master ITB
  • Alumni lain pilih pulang dan membangun daerah

TRIBUNNEWS.COM - Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjadi sorotan publik.

Polemik mencuat setelah seorang perempuan berinisial DS, pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas, mengunggah video yang memperlihatkan paket berisi surat dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris.

Dalam video tersebut, DS juga menunjukkan paspor Inggris yang diterima bersamaan dengan surat tersebut.

Ia menyebut bahwa anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing.

Unggahan itu viral di media sosial dan memicu perdebatan panjang mengenai komitmen penerima beasiswa negara terhadap Indonesia.

Menyusul polemik tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengambil sikap tegas.

Ia menyatakan akan menutup peluang karier di Indonesia bagi alumni LPDP yang viral karena menghina Indonesia.

Baca juga: Kontribusi Dipertanyakan, Tasya Kamila Jelaskan Peran dan Dedikasi sebagai Alumni LPDP

44 Alumni Teridentifikasi Melanggar Kewajiban

Rekomendasi Untuk Anda

Di tengah kontroversi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan mengungkapkan data terbaru mengenai tingkat kepatuhan alumni LPDP.

Pelaksana Tugas Kepala BPPK Kemenkeu, Sudarto, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 44 penerima beasiswa LPDP yang teridentifikasi melanggar kewajiban untuk kembali dan mengabdi di Indonesia.

“Kami sudah melakukan penelitian terhadap mungkin lebih dari 600 awardee, dan dari jumlah tersebut yang sudah ditetapkan sanksi termasuk pengembalian itu 8 orang, 36 lagi sedang dalam proses,” ujar Sudarto dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026).

Sebagai informasi, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan program beasiswa penuh di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang membiayai studi magister (S2) dan doktoral (S3), baik di dalam maupun luar negeri.

Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, serta dukungan akademik dengan syarat utama penerima kembali ke Indonesia dan berkontribusi bagi negara.

Di tengah sorotan terhadap sejumlah pelanggaran, terdapat pula kisah-kisah alumni yang memilih mengabdi di berbagai pelosok negeri.

Baca juga: Sosok Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Penerima Beasiswa LPDP, Anak Eks Petinggi Kementan

Dokter Theo di Jepara: Mengabdi di Ujung Utara Jawa

Theofilus Ardy Pradana, dokter spesialis penyakit dalam di RSUD dr Rehatta, Kecamatan Kelet, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, merupakan salah satu alumni LPDP yang memilih pulang dan mengabdi.

Dalam unggahan media sosialnya, Theo—sapaan akrabnya—menegaskan komitmennya.

“Saya alumni LPDP. Jelas tugas saya adalah berkontribusi bagi negara lewat kemampuan saya (yang kecil ini),” tulisnya.

Theo memilih bertugas di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Bagi dia, pengabdian bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab moral karena pendidikannya dibiayai negara.

Ia mengaku sering menerima bentuk terima kasih sederhana dari pasien, mulai dari buah hingga makanan ringan.

“Hal-hal seperti ini yang bikin saya kerasan,” tulisnya.

Devi Ulumit Tyas: Dari Rumah di Atas Got hingga Master ITB

Kisah lain datang dari Devi Ulumit Tyas, perempuan asal Ambulu, Kabupaten Jember. Ia menempuh perjalanan panjang dari kehidupan penuh keterbatasan hingga meraih gelar Master Teknik Kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Devi sempat gagal masuk ITB pada percobaan pertama. Dengan tekad kuat, ia mengulang persiapan selama setahun sambil bekerja serabutan. Setelah diterima, perjuangan belum usai. Ia pernah tidak makan selama tiga hari demi menghemat pengeluaran.

Memasuki semester dua, ia memperoleh beasiswa penuh. Setelah lulus S1, Devi mengikuti program Indonesia Mengajar dan mengabdi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Ia kemudian melanjutkan studi S2 melalui LPDP dan lulus dalam satu kali percobaan pada 2019.

Kini, Devi menjadi konsultan di bidang Teknik Kelautan dan pengajar. Ia bercita-cita melanjutkan studi doktoral dan membantu mahasiswa dari latar belakang ekonomi sulit.

“Cara paling mudah untuk mengubah hidup adalah pendidikan. Kalau ada masalah, cari jalan lain. Jangan meratapi, lanjut saja,” ujarnya.

Baca juga: Sosok Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Penerima Beasiswa LPDP, Anak Eks Petinggi Kementan

Alumni Lain yang Mengabdi

Selain Theo dan Devi, sejumlah alumni LPDP juga menunjukkan dedikasi serupa.

Asriadi Sakka, lulusan Master of Renewable Energy dari Tokyo Institute of Technology, mendirikan Sekolah Alam La Cendekia di Indonesia.

Sekolah tersebut mengusung pendidikan berbasis sains dengan nilai-nilai Islam untuk membentuk generasi peduli lingkungan dan berintegritas.

Sementara itu, Maria Jochu, lulusan Master of Human Resources dari Marshall University, Amerika Serikat, memilih kembali ke Papua dan mengabdi sebagai lurah.

Ia menolak berbagai tawaran pekerjaan di luar negeri demi membangun daerah asalnya yang masih menghadapi tantangan infrastruktur dan layanan publik.

Di tengah polemik yang berkembang, kisah para alumni yang mengabdi menjadi pengingat bahwa di balik sorotan kontroversi, terdapat banyak penerima beasiswa negara yang memilih bekerja dalam diam dan berkontribusi nyata bagi Indonesia.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas