Impor 105 Ribu Kendaraan dari India Diprotes, DPR Minta Ditunda Tunggu Arahan Prabowo
DPR RI meminta agar pemerintah agar menunda impor 105 ribu unit kendaraan dari India. Alasannya, tunggu arahan dari Presiden yang saat ini melawat.
Ringkasan Berita:
- PT Agrinas Pangan Nusantara saat ini tengah merencanakan impor 105 ribu unit kendaraan dari India untuk armada pelengkap Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
- Tak berselang lama, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta agar pemerintah agar menunda impor mobil tersebut.
- lasannya, Presiden Prabowo Subianto kini sedang melakukan lawatan ke luar negeri, yakni ke Amerika Serikat dan dilanjut ke Turki.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara saat ini tengah merencanakan impor 105 ribu unit kendaraan dari India untuk armada pelengkap Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Impor itu meliputi 35.000 unit mobil pikap 4x4 dari Mahindra & Mahindra, serta 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.
Namun, rencana tersebut mendapatkan beragam komentar dan kritik. Satu di antaranya dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Mereka menilai hal ini merendahkan kemampuan bangsa sendiri, sebab sudah sejak hampir 40 tahun lalu Indonesia justru mengekspor mobil.
Apalagi, saat ini diketahui pasar otomotif dalam negeri sedang menurun.
Oleh karena itu, apabila ada rencana pembelian produk otomotif besar-besaran yang berasal dari pemerintah, maka seharusnya membeli produk dalam negeri, bukan malah impor dari luar negeri.
Kemudian, muncul pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar pemerintah agar menunda impor mobil tersebut.
Alasannya, Presiden Prabowo Subianto kini sedang melakukan lawatan ke luar negeri, yakni ke Amerika Serikat dan dilanjut ke Turki.
Menurut Dasco, rencana impor mobil itu bisa dibicarakan lagi ketika Prabowo sudah kembali ke Tanah Air.
"Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri, sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," ucap Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Atas arahan Dasco itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota pun mengikuti saran untuk menunda impor mobil pikap dari India tersebut.
Dengan permintaan resmi penundaan dari Dasco ini, publik sekarang menunggu pembahasan lebih lanjut oleh Prabowo dan jajaran terkait setelah kepulangannya.
Termasuk kemungkinan perubahan arah kebijakan atau peninjauan ulang secara menyeluruh melalui forum yang melibatkan pemangku kepentingan.
Baca juga: Dasco Ungkap DPR Mulai Bahas Revisi UU Ketenagakerjaan Setelah Lebaran
Selamatkan Industri Otomotif
Langkah Dasco yang meminta agar impor mobil dari India ini pun menuai sejumlah tanggapan. Satu di antaranya dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depimnas) Relawan Jokowi for Prabowo Gibran (ReJO Prabowo Gibran), Darmizal.
Darmizal menilai menilai langkah Dasco tersebut merupakan bentuk sikap tanggap yang terukur, dan berpihak pada kepentingan nasional.
Baca tanpa iklan