Setahun Pramono-Rano, Fahira Idris Beri Catatan dan Tujuh Rekomendasi
Fahira Idris memberikan apresiasi sekaligus catatan strategis atas setahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris memberikan apresiasi sekaligus catatan strategis atas setahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Menurut Senator Jakarta, tahun pertama merupakan fase peletakan fondasi.
Sejumlah capaian menunjukkan penguatan arah transformasi Jakarta, meskipun tantangan ke depan masih kompleks dan membutuhkan percepatan kebijakan.
“Setahun pertama Pramono-Rano menunjukkan fondasi yang cukup baik, terutama di bidang ekonomi, transportasi publik, dan tata kelola. Namun, Jakarta adalah kota dengan tantangan berlapis yang membutuhkan konsistensi dan keberanian dalam pengambilan keputusan,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (25/2).
Fahira Idris menilai kinerja ekonomi Jakarta sepanjang 2025 patut diapresiasi karena mampu melampaui rata-rata nasional.
Program sosial seperti keberlanjutan KJP dan KJMU, pemutihan ijazah, serta dukungan terhadap sekolah swasta tertentu menunjukkan komitmen menjaga mobilitas sosial warga.
Di sektor transportasi, perluasan Transjabodetabek dan percepatan armada listrik menjadi langkah penting menuju sistem mobilitas yang lebih modern dan rendah emisi.
Pembenahan birokrasi melalui pelantikan pejabat berbasis merit juga memberi sinyal perbaikan tata kelola.
Fahira Idris juga mengapresiasi penguatan identitas budaya Betawi melalui berbagai festival dan revitalisasi ruang seni sebagai bagian dari positioning Jakarta sebagai kota global yang berakar pada budaya lokal
Meski demikian, Fahira Idris menegaskan bahwa persoalan klasik seperti banjir, kemacetan, polusi udara, dan ketimpangan sosial belum sepenuhnya terurai.
Penanganan banjir masih dominan pendekatan struktural, sementara integrasi hulu-hilir dan solusi berbasis alam belum optimal.
Polusi udara tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga. Selain itu, persoalan hunian layak, pengelolaan sampah, dan perlindungan kawasan pesisir masih membutuhkan perhatian lebih sistematis.
Tujuh Rekomendasi Strategis
Untuk memasuki tahun kedua kepemimpinan Pramono-Rano, Fahira Idris menyampaikan tujuh rekomendasi strategis.
Pertama, penanganan banjir harus lebih sistemik dan ekologis, dengan integrasi kebijakan hulu-hilir Jabodetabek, percepatan restorasi ruang resapan, serta naturalisasi berbasis sains.
Baca tanpa iklan