Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aksi Demonstrasi di Depan Polda DIY Berujung Ricuh, Peserta Aksi Ditangkap

Terjadi bentrok antara massa peserta aksi demonstrasi memprotes kekerasan aparat dengan polisi di depan Markas Polda DIY Selasa malam.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Aksi Demonstrasi di Depan Polda DIY Berujung Ricuh, Peserta Aksi Ditangkap
Tribunnews.com/dok. Tribun Jogja
RICUH - Terjadi bentrok antara massa peserta aksi demonstrasi memprotes kekerasan aparat dengan polisi di depan Markas Polda DIY Selasa malam, 24 Februari 2026. Sejumlah massa peserta aksi ditangkap polisi berpakaian preman, peserta aksi dibubarkan setelah menggelar salat gaib. 

Ringkasan Berita:
  • Terjadi bentrok antara massa peserta aksi demonstrasi memprotes kekerasan aparat dengan polisi di depan Markas Polda DIY Selasa malam.
  • Sejumlah massa aksi ditangkap polisi berpakaian preman, peserta aksi dibubarkan setelah salat.
  • Peserta aksi menggelar doa untuk para korban kejahatan polisi seperti Gamma Rizkynata, Afif Maulana dan Arianto. Mereka adalah para korban kekerasan aparat di berbagai daerah. 

 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Terjadi bentrok antara massa peserta aksi demonstrasi memprotes kekerasan aparat dengan polisi di depan Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Senin malam, 24 Februari 2026.

Sejumlah orang peserta aksi demontrasi ditangkap aparat berpakaian preman. Berdasar hasil pantauan Reporter Tribun Jogja di lokasi, aparat yang berbaur dengan warga membawa massa aksi yang tertangkap melalui pintu sayap timur, yang bersebelahan langsung dengan Masjid Polda DIY

Ada dua orang bagian dari massa yang dipiting aparat dan langsung dimasukkan ke dalam gedung induk Polda DIY.

Belum diketahui jumlah massa aksi yang tertangkap. Hingga berita ini ditulis, Polda DIY belum memberikan keterangan terkait penangkapan massa aksi.

Warga bersama aparat sempat berkumpul di gang sirip timur Polda DIY.

Rekomendasi Untuk Anda

Massa peserta aksi sempat menggelar acara doa bersama di depan Mapolda DIY. Massa aksi juga menggelar salat gaib dan salat Isya berjamaah di ringroad sebagai bentuk solidaritas serta penghormatan bagi para korban kekerasan aparat yang terjadi belakangan ini.

Yazi, perwakilan massa aksi mengatakan doa ditujukan untuk mereka yang menjadi korban kejahatan polisi seperti Gamma Rizkynata, Afif Maulana dan Arianto. Mereka adalah para korban kekerasan aparat di berbagai daerah. 

Gamma (17) meninggal di Semarang, Afif (13) di Padang dan terbaru Arianto (14) di Tual, Maluku yang meninggal dunia akibat penganiayaan Brimob. 

Baca juga: 3 Terdakwa Penghasutan Demo Ricuh Jadi Tahanan Kota, Delpedro Marhaen Akan Selesaikan Tesis

"Aksi ini adalah bentuk mendoakan mereka. Semoga mereka tenang di alam sana dan semoga para polisi itu bisa sadar bahwa hal yang mereka lakukan itu adalah hal yang salah," kata aktivis HMI ini, di depan Polda DIY

Yazi mengungkapkan, doa juga ditujukan kepada banyak korban-korban demo Agustus tahun lalu yang ditangkap dan direpresi oleh aparat kepolisian tanpa kejelasan serta untuk teman-temannya peseta demo Agustus tahun lalu yang ditangkap, termasuk Perdana Arie Putra Veriasa, mahasiswa UNY yang baru saja bebas dari penjara. 

Yazi mengaku ikut aksi malam ini bukan karena dirinya sebagai mahasiswa UGM, melainkan juga bagian dari masyarakat yang berharap adanya reformasi di tubuh Polri.

"Setidaknya kita berdoa dari hati yang kita yang paling dalam, bahwa Allah nggak akan pernah diam. Mungkin itu aja dan kita doakan," kata dia. 

Baca juga: BREAKING NEWS Sidang Etik Polda Maluku Pecat Bripda Masias Siahaya dengan Tidak Hormat

Ia berharap para korban bisa tenang di alam sana. Sementara para oknum pelakunya diberikan kesengsaraan hidup tidak tenang.

"Setidaknya sampai mereka mendapatkan balasan baik itu di dunia maupun di akhirat," ujarnya. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas