Aksi Demonstrasi di Depan Polda DIY Berujung Ricuh, Peserta Aksi Ditangkap
Terjadi bentrok antara massa peserta aksi demonstrasi memprotes kekerasan aparat dengan polisi di depan Markas Polda DIY Selasa malam.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Terjadi bentrok antara massa peserta aksi demonstrasi memprotes kekerasan aparat dengan polisi di depan Markas Polda DIY Selasa malam.
- Sejumlah massa aksi ditangkap polisi berpakaian preman, peserta aksi dibubarkan setelah salat.
- Peserta aksi menggelar doa untuk para korban kejahatan polisi seperti Gamma Rizkynata, Afif Maulana dan Arianto. Mereka adalah para korban kekerasan aparat di berbagai daerah.
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Terjadi bentrok antara massa peserta aksi demonstrasi memprotes kekerasan aparat dengan polisi di depan Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Senin malam, 24 Februari 2026.
Sejumlah orang peserta aksi demontrasi ditangkap aparat berpakaian preman. Berdasar hasil pantauan Reporter Tribun Jogja di lokasi, aparat yang berbaur dengan warga membawa massa aksi yang tertangkap melalui pintu sayap timur, yang bersebelahan langsung dengan Masjid Polda DIY.
Ada dua orang bagian dari massa yang dipiting aparat dan langsung dimasukkan ke dalam gedung induk Polda DIY.
Belum diketahui jumlah massa aksi yang tertangkap. Hingga berita ini ditulis, Polda DIY belum memberikan keterangan terkait penangkapan massa aksi.
Warga bersama aparat sempat berkumpul di gang sirip timur Polda DIY.
Massa peserta aksi sempat menggelar acara doa bersama di depan Mapolda DIY. Massa aksi juga menggelar salat gaib dan salat Isya berjamaah di ringroad sebagai bentuk solidaritas serta penghormatan bagi para korban kekerasan aparat yang terjadi belakangan ini.
Yazi, perwakilan massa aksi mengatakan doa ditujukan untuk mereka yang menjadi korban kejahatan polisi seperti Gamma Rizkynata, Afif Maulana dan Arianto. Mereka adalah para korban kekerasan aparat di berbagai daerah.
Gamma (17) meninggal di Semarang, Afif (13) di Padang dan terbaru Arianto (14) di Tual, Maluku yang meninggal dunia akibat penganiayaan Brimob.
Baca juga: 3 Terdakwa Penghasutan Demo Ricuh Jadi Tahanan Kota, Delpedro Marhaen Akan Selesaikan Tesis
"Aksi ini adalah bentuk mendoakan mereka. Semoga mereka tenang di alam sana dan semoga para polisi itu bisa sadar bahwa hal yang mereka lakukan itu adalah hal yang salah," kata aktivis HMI ini, di depan Polda DIY.
Yazi mengungkapkan, doa juga ditujukan kepada banyak korban-korban demo Agustus tahun lalu yang ditangkap dan direpresi oleh aparat kepolisian tanpa kejelasan serta untuk teman-temannya peseta demo Agustus tahun lalu yang ditangkap, termasuk Perdana Arie Putra Veriasa, mahasiswa UNY yang baru saja bebas dari penjara.
Yazi mengaku ikut aksi malam ini bukan karena dirinya sebagai mahasiswa UGM, melainkan juga bagian dari masyarakat yang berharap adanya reformasi di tubuh Polri.
"Setidaknya kita berdoa dari hati yang kita yang paling dalam, bahwa Allah nggak akan pernah diam. Mungkin itu aja dan kita doakan," kata dia.
Baca juga: BREAKING NEWS Sidang Etik Polda Maluku Pecat Bripda Masias Siahaya dengan Tidak Hormat
Ia berharap para korban bisa tenang di alam sana. Sementara para oknum pelakunya diberikan kesengsaraan hidup tidak tenang.
"Setidaknya sampai mereka mendapatkan balasan baik itu di dunia maupun di akhirat," ujarnya.
Baca tanpa iklan