Power Medsos di Kasus Tumbler KRL 2025 Vs Kasus LPDP 2026
Media sosial bisa memperbesar isu kecil jadi sorotan nasional, bisa juga mengguncang reputasi individu sekaligus kebijakan negara.
Penulis:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Awal tahun 2026, kasus viral karena media sosial di Indonesia adalah kontroversi yang melibatkan Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), seorang alumni penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Kronologi Singkat, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas mengunggah video di Instagram yang memperlihatkan “unboxing” paspor Inggris milik anaknya.
Dalam video tersebut Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas menyatakan, “Cukup saya yang WNI, anak-anakku jangan.”
Ungkapan itu memicu kemarahan publik karena dianggap tidak mencerminkan nasionalisme, terlebih ia adalah penerima beasiswa yang dibiayai negara.
Trending, Fenomena “No Viral, No Justice”
Publik ramai membicarakan kasus ini di media sosial, sehingga menjadi trending.
LPDP menegaskan kembali kewajiban awardee untuk mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Kementerian Keuangan turun tangan, bahkan suami Tyas yang juga penerima beasiswa diminta mengembalikan dana pendidikan.
Baca juga: Kontribusi Dwi Sasetyaningtyas untuk Indonesia, Tere Liye Sentil Penghujat Alumni LPDP Ini
Kasus ini juga menyoroti fenomena yang sering terjadi di Indonesia: isu baru ditindaklanjuti setelah viral di media sosial.
Publik menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menuntut keadilan atau menekan pihak berwenang agar bertindak.
Mahfud MD ke Tyas Alumni LPDP: Saya Marah kepada Anda, tapi Saya Paham yang Anda Ucapkan Fakta
Pakar hukum tata negara sekaligus eks Menkopolhukam, Mahfud MD, mengaku marah terhadap alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, yang dianggap telah menghina Indonesia.
Diketahui, sosok yang akrab disapa Tyas itu menjadi sorotan setelah viral pernyataannya yakni 'cukup aku saja yang WNI, anakku jangan'.
Ucapan Tyas itu terlontar dalam sebuah video yang diunggah olehnya sembari memperlihatkan dokumen yang menyatakan anaknya resmi menjadi warga negara Inggris.
Baca tanpa iklan