Safari Ramadan Kasatgas PRR, Hadirkan Harapan bagi Penyintas
Kasatgas Tito meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Aceh pada awal bulan Ramadan dalam rangkaian Safari Ramadan.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Aceh pada awal bulan suci Ramadan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi para penyintas sekaligus melihat secara langsung perkembangan pemulihan di lapangan.
Dalam rangkaian Safari Ramadan pada 19–21 Februari 2026 itu, Kasatgas Tito tidak hanya memantau aktivitas masyarakat selama menjalankan ibadah puasa, tetapi juga mengecek dan mengonfirmasi progres percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Mengawali kunjungan di Kabupaten Aceh Tamiang, Tito meninjau lokasi terdampak banjir di Dusun Damai, Desa Bundar, Kamis (19/2/2026). Dalam peninjauan itu, Tito melihat langsung progres pembersihan lumpur yang dilakukan para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Tito mengaku sangat puas terhadap kinerja para praja IPDN yang telah membersihkan lumpur di lokasi terdampak, baik yang dikirim pada gelombang pertama maupun kedua. Dalam kunjungan tersebut, Tito juga menyerap aspirasi masyarakat terkait fasilitas mendesak bagi penyintas, seperti ketersediaan air bersih.
Sore harinya, Tito melanjutkan agenda buka puasa bersama masyarakat terdampak banjir di Kompleks Hunian Sementara (Huntara) Danantara, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Dalam sambutannya, Tito menyampaikan rasa syukur karena dapat menjalankan ibadah puasa bersama masyarakat di tengah proses pemulihan pascabencana. Meski kondisi Aceh Tamiang berangsur pulih, ia menekankan masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu segera diselesaikan, seperti penanganan pengungsi, pembersihan sungai, dan penyediaan air bersih.
Selanjutnya, Tito melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Aceh Timur, Jumat (20/2/2026). Ia mengawali kegiatan dengan salat Subuh berjemaah di Masjid Darussalihin, Aceh Timur, Aceh bersama masyarakat setempat.
Dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, Tito menyalurkan bantuan kemasyarakatan dari Kemendagri kepada masyarakat Aceh Timur. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, serta perwakilan warga. Agenda ini dilakukan untuk mengecek sekaligus meninjau progres rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut.
Siang harinya, Tito melanjutkan kunjungan kerja ke Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (20/2/2026), guna menemui penyintas bencana sekaligus meninjau rencana relokasi dan pembangunan hunian layak bagi warga terdampak banjir.
Tito menegaskan, pemerintah tidak ingin ada warga yang terus tinggal di tenda dalam waktu lama. Ia menekankan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) harus segera dilakukan agar masyarakat dapat tinggal lebih nyaman sembari menunggu Hunian Tetap (Huntap).
“Saya ingin agar secepat mungkin dibangunkan hunian sementara yang layak. Jangan lagi [tinggal] di tenda karena di tenda itu enggak nyaman,” ujar Tito di Aceh Utara, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Kasatgas Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatra
Sore harinya, Tito bertolak ke Kota Lhokseumawe untuk menghadiri acara buka puasa bersama di Masjid Agung Islamic Center, sekaligus menyerahkan bantuan dan santunan kepada anak yatim.
Dalam kesempatan itu, Tito menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa 500 paket perlengkapan ibadah—sarung, mukena, sajadah, dan Al-Qur’an—dari Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, ada pula bantuan 2.000 potong pakaian (jilbab, celana, dan kemeja) serta 200 potong jaket dan rompi untuk anak-anak dan orang dewasa.
Keesokan harinya, Tito melakukan kunjungan ke Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya. Di Bireuen, ia meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Posko Pengungsian Balee Panah, Sabtu (21/2/2026). Tito mengapresiasi progres pemulihan pascabencana di Bireuen yang menunjukkan kemajuan positif. Hal itu terlihat dari sudah banyaknya anak muda menggunakan smartphone dan perangkat elektronik.
Meski begitu, ia memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi terus dilakukan, terutama untuk perbaikan sekolah, rumah ibadah, dan pondok pesantren. Ia pun mengajak semua pihak bersabar menanti hasil kerja keras pemerintah.
Baca tanpa iklan