Dwi Sasetyaningtyas Banjir Hujatan, Alumni LPDP Singgung soal Moral: Beasiswa Ini Titipan Masyarakat
Afdhal menegaskan ada harapan masyarakat Indonesia yang dititipkan kepada penerima Beasiswa LPDP agar bisa membawa perubahan lebih baik untuk bangsa.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Alumni penerima Beasiswa LPDP, Afdhal Fikri Nasser, sangat menyayangkan pernyataan yang dilontarkan oleh Dwi Sasetyaningtyas
- Afdhal mengatakan, dia setuju dengan kebebasan berpendapat, tapi harus ada batasan-batasan yang dijaga
- Sebagai penerima Beasiswa LPDP tahun 2023 di Melbourne, Australia, Afdhal menegaskan bahwa harapan masyarakat Indonesia itu dititipkan kepada para penerima Beasiswa LPDP agar nantinya mereka bisa memberikan perubahan lebih baik untuk bangsa
TRIBUNNEWS.COM - Alumni penerima Beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), Afdhal Fikri Nasser, sangat menyayangkan pernyataan yang dilontarkan oleh Dwi Sasetyaningtyas, salah satu penerima Beasiswa LPDP yang memamerkan status warga negara anaknya dan memberikan pernyataan kontroversial.
Adapun, kasus Dwi Sasetyaningtyas itu bermula ketika dia mengunggah video yang menunjukkan paspor milik anaknya yang kini resmi menjadi warga negara Inggris. Bahkan, dia juga mengatakan cukup dia saja yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), anaknya tidak.
Pernyataan-pernyataan Dwi Sasetyaningtyas itu kemudian memicu polemik publik karena Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya berinisial AP, ternyata penerima beasiswa LPDP, baik untuk kuliah S1 maupun S2.
Afdhal mengatakan, dia setuju dengan kebebasan berpendapat karena hal tersebut merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi Indonesia.
Namun, menurutnya, ada batasan-batasan tertentu juga yang harus dijaga.
"Di lain sisi tentu juga ada batasan-batasan gitu dan status dari Mbak DS (Dwi Sasetyaningtyas) tersebut yang dipermasalahkan sebenarnya kan di mana dia berada, terus apa isu yang diangkat," katanya, Rabu (25/2/2026), dikutip dari YouTube tvOne.
"Jadi sebagai sesama awardee, penerima beasiswa dan alumni, saya melihatnya ada moral yang tersentil karena kita mendapatkan beasiswa itu sebenarnya dititipkan, dititipkan oleh masyarakat Indonesia," tegas Afdhal, penerima Beasiswa LPDP tahun 2023 di Melbourne, Australia.
Afdhal pun menegaskan bahwa harapan masyarakat Indonesia itu dititipkan kepada para penerima Beasiswa LPDP agar nantinya mereka bisa memberikan perubahan lebih baik untuk bangsa lewat ilmu-ilmu yang didapatkan.
"Sebagai orang yang dipilih untuk dititipkan harapan yang besar gitu dari masyarakat Indonesia, tentu ada ekspektasi tertentu gitu yang diharapkan, mau tidak mau."
"Jadi ya di satu sisi apa yang kita lakukan di publik itu tentu menjadi bahan sorotan dan parameter tersendiri bagi orang-orang yang look up atau melihat ke kita gitu. (Saya) bersyukur karena dipercaya untuk dititipkan amanah ini (Beasiswa LPDP)," uca[nya.
Alumni LPDP Kecam Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas
Sementara itu, alumni LPDP yang lain, yakni Founder Mata Garuda, Rinatania Anggraeni Fajriani, mengecam tindakan Dwi Sasetyaningtyas tersebut.
Baca juga: Buntut Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Sarmuji Minta Mekanisme LPDP Direformasi: Harus Tepat Sasaran
Adapun, Mata Garuda adalah ikatan alumni dan penerima beasiswa (awardee) LPDP yang berfungsi sebagai pusat kontribusi, jejaring, dan kolaborasi untuk pembangunan Indonesia. Organisasi ini mewadahi ribuan alumni dari berbagai profesi untuk mengabdi, meningkatkan kompetensi, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program.
Rina mengkritik pernyataan Dwi Sasetyaningtyas itu karena membuat publik berpikir seolah-olah semua alumni LPDP berlaku demikian.
"Saya mengecam dari statement Mbak DS (Dwi Sasetyaningtyas), karena jadinya asumsi publik itu bahwa seolah-olah alumni LPDP itu semua seperti itu, padahal kan tidak," ungkapnya, dikutip dari YouTube Metro TV, Selasa (24/2/2026).