Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Gratis bagi Lulusan SMA/SMK, Ada Uang Saku Setiap Hari
Bagi peserta yang berasal dari luar kota, pemerintah juga menyediakan fasilitas asrama di beberapa Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP)
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Jumat (26/2/2026).
- Program ini ditujukan khusus bagi lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir untuk meningkatkan kompetensi agar siap terserap langsung oleh dunia industri.
- Bagi peserta yang berasal dari luar kota, pemerintah juga menyediakan fasilitas asrama di beberapa Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) tertentu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Jumat (26/2/2026).
Pelatihan vokasi adalah program pendidikan dan pelatihan yang fokus pada keterampilan praktis dan kompetensi kerja tertentu, yang dirancang agar peserta siap langsung memasuki dunia kerja atau meningkatkan kemampuan profesional mereka.
Program ini ditujukan khusus bagi lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir untuk meningkatkan kompetensi agar siap terserap langsung oleh dunia industri.
Baca juga: Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 2026, Khusus untuk Lulusan SMA/SMK
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan seluruh rangkaian pelatihan ini disediakan oleh pemerintah secara cuma-cuma alias gratis.
"Hari ini diluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional di tahun 2026 yang seluruh rangkaiannya diselenggarakan oleh pemerintah secara gratis. Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, hingga daya saing kerja," ujar Airlangga saat konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan.
Airlangga menekankan pentingnya program ini untuk mengejar target SDM Unggul Emas 2045.
Ia menjelaskan lulusan SMA dan SMK menyumbang angka yang besar dalam angkatan kerja nasional, sehingga perlu adanya pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan.
"Lulusan SMA berkontribusi sekitar 21 persen dan SMK 14 persen dari total pekerja nasional. Inilah yang kita kejar untuk ditingkatkan kemampuannya agar sesuai dengan tuntutan pasar kerja," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan pada tahap pertama (Batch 1), pemerintah membuka kuota sebanyak 20.000 peserta.
Secara total, pemerintah menargetkan 70.000 peserta sepanjang tahun 2026 dengan dukungan dana APBN.
Tidak hanya mendapatkan ilmu secara gratis, para peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Baca juga: Pendidikan Vokasi Pertanian Jadi Strategi Pemerintah Perkuat Regenerasi Petani Nasional
"Untuk pelatihan ini, peserta akan mendapatkan uang saku sebesar Rp 20.000 per hari untuk membantu transport. Selain itu, ada perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Saat lulus nanti, mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari BNSP," jelas Yassierli.
Bagi peserta yang berasal dari luar kota, pemerintah juga menyediakan fasilitas asrama di beberapa Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) tertentu.
Adapun bidang kejuruan yang dibuka sangat beragam, mulai dari Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Otomotif, Pariwisata, Bisnis Manajemen, Kelistrikan, hingga Mekanisasi Pertanian.
Pelatihan akan dilaksanakan dalam berbagai metode, mulai dari luring (tatap muka), daring (online), hingga hybrid, yang tersebar di 33 unit Balai Pelatihan Vokasi di seluruh provinsi di Indonesia.
Baca tanpa iklan