Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gelar Pesantren Ramadhan di Golkar, 350 Pelajar Digembleng Dosen UIN hingga UHAMKA

Gelar pesantren Ramadhan di Golkar, 350 pelajar SD-SMP digembleng dosen UIN hingga UHAMKA. intip aksi nyata cetak generasi beradab di sini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
zoom-in Gelar Pesantren Ramadhan di Golkar, 350 Pelajar Digembleng Dosen UIN hingga UHAMKA
HO/IST
FESTIVAL RAMADHAN GOLKAR - Suasana Festival Ramadhan di Masjid Syajarotun Thoyyibah, kompleks DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 350 pelajar digembleng dosen UIN hingga UHAMKA dalam program Pesantren Ramadhan selama 28 hari. 
Ringkasan Berita:
  • Masa depan anak terancam krisis moral, ratusan pelajar justru pilih digembleng di masjid golkar.
  • Bukan kaleng-kaleng, dosen uin hingga uhamka turun gunung demi cetak generasi berakhlak mulia.
  • Bikin haru, momen 350 anak sd-smp belajar adab selama 28 hari penuh makna.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Festival Ramadhan di Masjid Syajarotun Thoyyibah, kompleks DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026), berlangsung khidmat dan sarat makna edukatif.

Salah satu magnet utama kegiatan ini adalah program Pesantren Ramadhan yang digelar selama 28 hari penuh.

Kegiatan ini diikuti sekitar 350 peserta didik tingkat SD hingga SMP yang antusias mendalami ilmu agama dan karakter.

Tak main-main, program ini melibatkan 17 tenaga pengajar dari berbagai perguruan tinggi Islam dan umum ternama, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PTIQ Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), serta Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sri Suparni Bahlil Lahadalia (istri Menteri ESDM), Sekjen Partai Golkar Sarmuji, serta Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian bersama jajaran Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar.

Masjid Sebagai Pusat Peradaban

Dalam kesempatan tersebut, Sri Suparni menegaskan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi pusat peradaban, literasi keagamaan, dan pembentukan karakter generasi muda.

Ia menilai langkah ini adalah jawaban atas tantangan zaman yang semakin kompleks bagi anak-anak.

Rekomendasi Untuk Anda

“Pesantren Ramadhan ini merupakan ikhtiar konkret dalam membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial,” ujar Sri Suparni dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (28/2/2026).

Senada dengan hal itu, Hetifah Sjaifudian menambahkan bahwa program ini sangat relevan dengan agenda pembangunan SDM unggul dan berdaya saing.

Menurutnya, keberhasilan program ini terletak pada kemampuannya memadukan nilai spiritual, kebangsaan, dan kecakapan sosial secara sekaligus.

Baca juga: Imlek di Tengah Ramadan: Saat Gemuruh Beduk dan Barongsai Bertemu di Terowongan Silaturahmi

Agenda Rutin Pemberdayaan Umat

Festival Ramadhan ini ditutup dengan sesi buka puasa bersama yang hangat antar pengurus, pengajar, dan para santri kilat.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat peran masjid.

Bukan sekadar tempat ibadah, Masjid Syajarotun Thoyyibah diproyeksikan terus konsisten menjadi pusat dakwah, pendidikan, hingga wadah pemberdayaan umat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas