Menteri PU Bongkar Kerugian Negara Rp 3 Triliun, Dua Dirjen Mengundurkan Diri
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo buka-bukaan soal mundurnya dua pimpinan di Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Sumber Daya Air (SDA).
Penulis:
Rahmat Fajar Nugraha
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Menteri PU ungkap dua Dirjen mundur setelah ada temuan BPK Rp 3 triliun
- Menteri PU dibantu 3 jaksa lakukan 'bersih-bersih'
- Menteri PU sebut mundurnya dua Dirjen bukan ujug-ujug
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo buka-bukaan soal mundurnya dua pimpinan di Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Sumber Daya Air (SDA).
Dua Dirjen yang mundur tersebut yakni Dwi Purwantoro Dirjen Sumber Daya Air (SDA) dan Dewi Chomistriana Dirjen Cipta Karya.
Dody mengungkap ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kemudian temuan tersebut disampaikan kepada dirinya sebanyak dua kali Januari 2025 dan Agustus 2025.
"Januari 2025 itu, kalau nggak salah dicantumkan kerugian keuangan negara itu hampir Rp 3 triliun," kata Menteri PU Dody kepada awak media setelah meninjau kesiapan jalur mudik di Semarang, Minggu (01/03/2026).
Lanjutnya, surat dari BPK kembali dikirimkan pada Agustus 2025, kerugian keuangan negara turun menjadi Rp 1 triliun.
Baca juga: Menteri PU Tegaskan Jalan Tol Tidak Boleh Berlubang saat Mudik Lebaran 2026
"Kerugian keuangan negara itu sudah turun menjadi hampir sekitar Rp 1 triliunan dari awalnya hampir Rp 3 triliun," imbuhnya.
Selain laporan tersebut, BPK dikatakannya memberikan sejumlah rekomendasi di antaranya membentuk majelis ad hoc.
Ingat Pesan Presiden Prabowo
"Ini yang sebetulnya yang menjadi kegalauan hati saya. Dan sebetulnya ini yang sudah ditangkap oleh Pak Presiden, dari awal," lanjut Dody.
Dody mengatakan saat pertama kali dirinya ke Kartanegara, Presiden Prabowo memberikan pesan untuknya.
"Pesannya bersihkan," imbuhnya.
Baca juga: Menteri PU Dody Hanggodo: Sudah Tak Ada Lagi Daerah di Sumatera yang Terisolir akibat Banjir Bandang
Menteri PU mengatakan saat kuartal ketiga 2025 dirinya fokus bagaimana menyerap anggaran lebih dari 95 persen.
Sementara itu pada kuartal keempat fokusnya berubah, bagaimana membereskan Rp 1 triliun kerugian keuangan negara tersebut.
"Lalu saya mulai kutak kutik di inspektorat jenderal. Saya baru mulai tahu, ternyata 'sapu' saya tidak 100 persen bersih. Itu pekerjaan saya di depan, saya sudah bersihkan. Selanjutnya, saya memperketat penanganan dengan membentuk dan memimpin langsung tim yang beranggotakan 'lidi' bersih.” ucap Dody.
Tim tersebut dikatakannya dibantu oleh tiga orang dari Kejaksaan Agung.
"Jadi tidak bisa dikatakan bahwa kemudian pemunduran diri itu mendadak, nggak bisa juga. Karena sudah ada proses sebelumnya dan manakala saya menggunakan lidi bersih saya untuk mulai bekerja, yang bersangkutan memilih mengundurkan diri," jelasnya.
Baca tanpa iklan