AWKI Perkuat Ideologi Pancasila untuk Ojol, Waspada Proxy War dan Dampak Perang Global
kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus penguatan ideologi Pancasila kepada masyarakat, khususnya pengemudi ojol.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Dia mengingatkan agar masyarakat, termasuk ojol, tidak mudah terprovokasi.
“Nah kami bina ini ojek online oleh Ketua Umum AWKI itu supaya jangan mau nanti jadi proksi (proxy war), diprovokasi mereka hanya karena uang tidak seberapa atau ada makan siang atau apa, langsung nurut,” katanya.
Sementara itu, Dewan Pembina AWKI Komjen Polisi Yudhiawan menyoroti konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran yang dinilai berpotensi berdampak ke Indonesia.
“Tentu saja negara Indonesia, negara cinta damai. Kita mengutuk segala jenis peperangan,” ujarnya.
Menurut dia, perang pasti membawa dampak ekonomi, karena peperangan itu akibatnya pasti nyawa, harta dan benda.
"Jadi makanya Indonesia harus ada peran aktif. Apalagi kita negara yang bebas aktif,” katanya.
Dia juga menyinggung kemungkinan dampak pada ibadah haji dan umrah.
“Mungkin keberangkatan umroh-haji bisa tertunda gitu, dan itu akan membawa dampak atau akibat pemerintah sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pembina AWKI Mayjen TNI (Purn) Ridho Hermawan menambahkan, konflik di Timur Tengah turut berdampak pada sektor energi global, khususnya Selat Hormuz.
“Karena hampir 20 persen perputaran LNG dan minyak punya adanya di Hormuz,” ujarnya.
Dia mengingatkan dampaknya terhadap energi dan harga dalam negeri.
“Nah dengan adanya situ berarti itu juga akan berpengaruh terhadap kita. Terutama masalah di sektor energi,” katanya.
Ketua Panitia Bukber Kebangsaan AWKI Tri Wiyadi menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi nyata dunia usaha dan masyarakat.
“AWKI memang benar-benar berkarya nyata di dunia usaha, berkolaborasi terhadap semua insan melakukan usaha. Dan nyatanya memberikan hal yang baik untuk ojol berupa pengetahuan kebangsaan yang luar biasa,” ujarnya.
Baca tanpa iklan