Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

AWKI Perkuat Ideologi Pancasila untuk Ojol, Waspada Proxy War dan Dampak Perang Global

kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus penguatan ideologi Pancasila kepada masyarakat, khususnya pengemudi ojol.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
zoom-in AWKI Perkuat Ideologi Pancasila untuk Ojol, Waspada Proxy War dan Dampak Perang Global
HO/IST/HO/IST
NILAI PANCASILA - Ketua Umum AWKI Robertus Rani Lopiga Taher dalam acara buka puasa kebangsaan bersama 50 pengemudi ojek online (ojol), 50 alumni, dan 25 anak yatim di Kedai Kopi Philosqopique, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (1/3/2026). 

AWKI Perkuat Ideologi Pancasila untuk Ojol, Waspada Proxy War dan Dampak Perang Global

Ringkasan Berita:
  • Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) menggelar Buka Puasa Kebangsaan bersama 50 pengemudi ojol, 50 alumni, dan 25 anak yatim di Kota Tangerang Selatan.
  • Ketua Umum AWKI Robertus Rani Lopiga Taher menegaskan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai-nilai Pancasila, khususnya bagi pengemudi ojol dan keluarga mereka
  • Selain bukber, AWKI menyiapkan agenda lanjutan seperti festival film pendek untuk pelajar SMA dan program “1.000 Ojek Online Cinta Indonesia”.

Wahyu Aji/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) menggelar buka puasa kebangsaan bersama 50 pengemudi ojek online (ojol), 50 alumni, dan 25 anak yatim di Kedai Kopi Philosqopique, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (1/3/2026).

Ketua Umum AWKI Robertus Rani Lopiga Taher mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus penguatan ideologi Pancasila kepada masyarakat, khususnya pengemudi ojol.

Baca juga: Bonus Hari Raya Ojol 2026 Bakal Lebih Besar, Menaker Bocorkan Skema bagi Pengemudi Aktif

“Acara ini sebenarnya bentuk dari bagaimana AWKI peduli kepada sesama, berbagi dan hari ini acara diselenggarakan berkat partisipasi semua member-member AWKI,” ujar Robertus.

Dia menyebut kegiatan itu merupakan agenda kedua yang digelar AWKI dan secara khusus dalam Ramadan dinamakan Bukber Kebangsaan.

“Jadi ini adalah acara kedua sebenarnya yang telah kami lakukan. Tapi dalam masa Ramadan ini, ini kami namakan adalah Bukber Kebangsaan,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan itu, dia menekankan pentingnya Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

“Ya, jadi tadi kami sampaikan bahwa Pancasila itu harus selalu ada. Bagaimana Pancasila itu tetap melekat khususnya kepada kita semua,” ujarnya.

Robertus juga mengingatkan agar nilai ideologi bangsa ditanamkan kepada anak-anak para pengemudi ojol.

“Dan bagi pengemudi ojol, anak-anaknya harus ditanamkan nilai-nilai. Karena mereka berjuang buat keluarganya. Alangkah sia-sianya kalau kemudian anaknya tidak lagi memegang ideologinya adalah Pancasila. Itu yang tadi kami sampaikan,” ujarnya.

Selain pembinaan ideologi, AWKI juga menyiapkan agenda kebangsaan lain seperti festival film pendek untuk pelajar SMA serta program 1.000 Ojek Online Cinta Indonesia.

“Dalam waktu dekat kami juga akan menyelenggarakan 1.000 Ojek Online Cinta Indonesia,” katanya.

Dewan Pembina AWKI Laksamana Muda TNI (Purn) Suratno menambahkan, pembinaan ojol penting di tengah ancaman perang modern yang tidak selalu berbentuk konfrontasi langsung.

“Jadi di sana yang terjadi itu perang tidak langsung semata-mata langsung perang. Pasti akan dilemahkan dulu. Artinya intelijen itu akan menggalang dulu,” ujarnya.

Dia mengingatkan agar masyarakat, termasuk ojol, tidak mudah terprovokasi.

“Nah kami bina ini ojek online oleh Ketua Umum AWKI itu supaya jangan mau nanti jadi proksi (proxy war), diprovokasi mereka hanya karena uang tidak seberapa atau ada makan siang atau apa, langsung nurut,” katanya.

Sementara itu, Dewan Pembina AWKI Komjen Polisi Yudhiawan menyoroti konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran yang dinilai berpotensi berdampak ke Indonesia.

“Tentu saja negara Indonesia, negara cinta damai. Kita mengutuk segala jenis peperangan,” ujarnya.

Menurut dia, perang pasti membawa dampak ekonomi, karena peperangan itu akibatnya pasti nyawa, harta dan benda.

"Jadi makanya Indonesia harus ada peran aktif. Apalagi kita negara yang bebas aktif,” katanya.

Dia juga menyinggung kemungkinan dampak pada ibadah haji dan umrah.

“Mungkin keberangkatan umroh-haji bisa tertunda gitu, dan itu akan membawa dampak atau akibat pemerintah sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pembina AWKI Mayjen TNI (Purn) Ridho Hermawan menambahkan, konflik di Timur Tengah turut berdampak pada sektor energi global, khususnya Selat Hormuz.

“Karena hampir 20 persen perputaran LNG dan minyak punya adanya di Hormuz,” ujarnya.

Dia mengingatkan dampaknya terhadap energi dan harga dalam negeri.

“Nah dengan adanya situ berarti itu juga akan berpengaruh terhadap kita. Terutama masalah di sektor energi,” katanya.

Ketua Panitia Bukber Kebangsaan AWKI Tri Wiyadi menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi nyata dunia usaha dan masyarakat.

“AWKI memang benar-benar berkarya nyata di dunia usaha, berkolaborasi terhadap semua insan melakukan usaha. Dan nyatanya memberikan hal yang baik untuk ojol berupa pengetahuan kebangsaan yang luar biasa,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas