Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Peran Sanggar Bejo Lestari Laras Jaga dan Lestarikan Warisan Budaya Lokal di Era Digital

Sanggar Bejo Lestari Laras berperan penting dalam melestarikan budaya lokal dengan menjadi wadah generasi muda untuk belajar tari hingga gamelan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Sri Juliati
zoom-in Peran Sanggar Bejo Lestari Laras Jaga dan Lestarikan Warisan Budaya Lokal di Era Digital
HO/IST
BEJO LESTARI LARAS - Pendiri sanggar, Bapak H. Wagimin bersama anak-anak dalam acara Pentas Sedekah Bumi di Balaidesa Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah (2024). Melalui peran aktif Sanggar Bejo Lestari Laras, harapan untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal tetap menyala di tengah perubahan zaman. 

Ringkasan Berita:
  • Sanggar Bejo Lestari Laras berperan penting dalam melestarikan budaya lokal dengan menjadi wadah generasi muda untuk belajar tari, gamelan, sekaligus membentuk karakter disiplin dan percaya diri.
  • Minat anggota tumbuh secara alami dari lingkungan sekitar, meski di era digital sanggar tetap harus beradaptasi agar pembelajaran seni tetap menarik dan relevan.
  • Prestasi hingga tingkat nasional menjadi bukti keberhasilan pembinaan, serta memperkuat semangat generasi muda untuk mencintai budaya lokal.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan sanggar seni memiliki peran penting sebagai penjaga sekaligus penggerak pelestarian budaya lokal.

Sanggar Bejo Lestari Laras hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai kesenian tradisional yang menjadi identitas daerah.

Sanggar yang berlokasi di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati ini tidak hanya menjadi tempat berlatih tari dan gamelan, tetapi juga ruang pembentukan karakter.

Anak-anak diajarkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta rasa percaya diri melalui proses latihan yang rutin dan terarah.

Dengan jadwal latihan yang konsisten setiap minggu, mereka dapat mengembangkan bakat seni tanpa mengabaikan pendidikan formal.

Proses Rekrutmen Anggota Sanggar

Dalam proses perekrutan anggota, sanggar ini tidak mengalami kesulitan berarti.

Rekomendasi Untuk Anda

Minat anak-anak untuk bergabung justru tumbuh secara alami dari lingkungan sekitar.

"Untuk proses merekrut sendiri, alhamdulillah anak-anak yang mau gabung kebanyakan datang langsung ke sanggar untuk daftar dan ikut gabung," ungkap Siti Nurjanah, Sekretaris Yayasan Sanggar Bejo Lestari Laras saat diwawancarai Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026).

Sebagian besar calon anggota mengetahui keberadaan sanggar dari teman-teman mereka yang telah lebih dahulu bergabung.

Ada pula yang mendengar cerita dari masyarakat bahwa di Desa Panggungroyom terdapat sanggar kesenian yang aktif.

Baca juga: Mengenal Yayasan Sanggar Bejo Lestari Laras: Ruang Kreativitas dan Pelestarian Seni di Pati

Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi sanggar telah dikenal luas dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Tantangan Mengajak Anak Muda di Era Digital

Meski demikian, mengajak anak-anak untuk belajar seni di era digital bukanlah hal yang mudah.

Perkembangan zaman menuntut pengelola sanggar untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.

"Dalam mengajak anak-anak belajar seni di era digital memang agak sulit karena kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Jadi, di sini anak-anak harus punya jiwa yang cenderung menyukai kesenian terlebih dahulu," kata Nur, sapaan akrabnya.

Minat dan kecintaan terhadap seni menjadi modal utama bagi anak-anak yang ingin bergabung.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas