Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beredar Dokumen Rahasia Siaga I TNI, Antisipasi Eskalasi Perang Timur Tengah

Salinan dokumen tersebut ditembuskan kepada Panglima TNI dan Wakil Panglima TNI dan didasari situasi global konflik di kawasan Timur Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Gita Irawan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Beredar Dokumen Rahasia Siaga I TNI, Antisipasi Eskalasi Perang Timur Tengah
HO/IST/Tangkap Layar CNN
SERANGAN BALASAN IRAN - Posisi pangkalan dan aset militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk yang menjadi sasaran serangan balasan Iran. Dalam waktu 48 jam setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei terbunuh pada Sabtu (28/2/2026), Iran menghantam sembilan aset AS di berbagai lokasi, menargetkan sistem komunikasi pasukan AS. 

Ringkasan Berita:
  • Terdapat tujuh poin instruksi koordinasi dalam salinan dokumen tersebut
  • Antara lain, Pangkotamaops TNI agar menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya dan melaksanakan patroli di obyek vital strategis
  • Satuan intelijen diperintahkan melaksanakan deteksi dini dan cegah dini adanya kelompok yang memanfaatkan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah untuk membuat situasi di dapam negeri tidak kondusif

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beredar salinan dokumen telegram bersifat rahasia yang memuat perintah status Siaga I terhadap jajaran TNI di kalangan awak media pada Sabtu (7/3/2026) sore.

Salinan dokumen tersebut ditembuskan kepada Panglima TNI dan Wakil Panglima TNI.

Dalam salinan dokumen itu disebutkan dua poin yang menjadi dasar diterbitkannya yakni perkembangan situasi global konflik di kawasan Timur Tengah dan pertimbangan pimpinan TNI.

Kemudian, disebutkan juga sehubungan dengan dasar tersebut, maka dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi di dalam negeri akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, maka kepada yang ditujukan dalam surat tersebut agar memerintahkan seluruh jajarannya untuk melaksanakan Siaga Tingkat I terhitung mulai tanggal 1 Maret 2026 sampai dengan selesai.

Baca juga: Iran Memanas! 32 WNI Nekat Tembus Darat 800 KM, Ratusan TNI di Lebanon Ikut Dievakuasi?

Terdapat tujuh poin instruksi koordinasi dalam salinan dokumen tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Pertama, Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI agar menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya dan melaksanakan patroli di obyek vital strategis, sentra perekonomian, bandara, pelabuhan laut/sungai, statisun kereta api, bus, PLN, dan lain-lain.

Kedua, Kohanudnas melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus menerus selama 24 jam.

Ketiga, BAIS TNI memerintahkan Atase Pertahanan RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi WNI bila diperlukan, berkoordinasi dengan Kemenlu, KBRI, dan otoritas terkait sesuai eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Keempat, Kodam Jaya/Jayakarta agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obyek vital strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusifitas di wilayah DKI Jakarta.

Kelima, satuan intelijen melaksanakan deteksi dini (deni) dan cegah dini (ceni) adanya kelompok yang memanfaatkan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah untuk membuat situasi di dapam negeri tidak kondusif.

Keenam, Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) melaksanakan siaga di satuan masing-masing.

Ketujuh, laporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi kepada Panglima TNI pada kesempatan pertama. 

Disebutkan juga telegram itu merupakan perintah.

Terkait beredarnya salinan dokumen itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah tidak secara langsung mengonfirmasi tekait status Siaga I tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas