Menteri P2MI Mukhtarudin: Jangan Dikit-dikit "Hajar" Pemerintah di Medsos!
Menteri P2MI Mukhtarudin sentil pekerja migran yang hobi viral di TikTok: "Jangan hajar pemerintah terus". Cek pesan lengkapnya di sini!
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Menteri P2MI Mukhtarudin ingatkan calon pekerja migran gunakan saluran resmi jika ada kendala di luar negeri.
- Konten viral di TikTok yang menyudutkan pemerintah diminta dihentikan karena masalah seringkali sudah selesai ditangani.
- Selain soal medsos, menteri beri peringatan keras agar para pekerja menjauhi bahaya judi online.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengingatkan para pekerja migran untuk tidak asal "menghajar" pemerintah melalui konten viral di media sosial jika menghadapi kendala di luar negeri.
Ia meminta para pahlawan devisa tersebut lebih mengedepankan saluran pengaduan resmi ketimbang mencari viralitas yang menyudutkan negara.
Mukhtarudin menyoroti fenomena pekerja yang kerap membuat konten protes di platform seperti TikTok atau Instagram sebelum melapor ke pihak berwenang.
Menurutnya, konten negatif yang terlanjur viral seringkali tetap beredar luas meskipun masalah yang dikeluhkan sebenarnya telah diselesaikan oleh negara.
"Jangan bikin saluran sendiri lewat TikTok, Instagram, bikin video, viral. Padahal begitu masalah, masalah sudah selesai videonya masih viral terus ya. Karena sudah terlanjur dipegang oleh banyak orang. Akhirnya posting lagi, posting lagi, padahal sudah selesai masalahnya," ujar Mukhtarudin saat melepas 344 Calon Pekerja Migran Indonesia di Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
"Tetapi jangan semuanya hajar pemerintah aja gitu ya. Pemerintah salah terus, enggak ada yang negara tidak hadir terus ya. Padahal, negara hadir tetapi dianggap tidak hadir." — Mukhtarudin, Menteri P2MI.
Gunakan Saluran Resmi
Mukhtarudin menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai instrumen resmi untuk menangani kendala pekerja di luar negeri, mulai dari internal lembaga penempatan, KBRI, hingga Atase Tenaga Kerja (Atnaker).
Daripada mengunggah konten yang menyudutkan, ia justru mendorong para pekerja migran untuk menjadi duta bangsa dengan membuat konten positif mengenai pengalaman kerja atau mempromosikan potensi daerah asal mereka di Indonesia.
Baca juga: Wanita WNI di Makau Ditangkap, Diduga Terlibat Rekening Penipuan Online
Peringatan Judi Online dan Kejahatan Siber
Selain masalah etika bermedia sosial, Mukhtarudin menitipkan pesan krusial terkait keamanan finansial. Ia meminta para pekerja waspada terhadap ancaman judi online (judol) dan online phishing.
"Manfaatkan kesempatan kerja luar negeri dengan perkaya pengalaman, jauhi judi online. Jangan main-main judi online lah ya. Hati-hati online phishing dan scam. Jangan sampai bermasalah," tambahnya tegas.
Sebagai informasi, 344 pekerja yang dilepas kali ini akan ditempatkan di berbagai negara mulai dari Arab Saudi, Oman, Jerman, Belanda, Jepang, hingga Australia. Mereka terdiri dari tenaga profesional seperti perawat, pramugari, hingga insinyur.
Baca tanpa iklan