Nilai Tukar Rupiah Ambrol, Rocky Gerung: Menkeu Purbaya Tunjukkan Optimisme Palsu
Rocky Gerung mengkritik sikap optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah ambrolnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Rocky Gerung mengkritik sikap optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
- Menurut Rocky, Purbaya memiliki optimisme palsu.
- Rocky berkata Indonesia menerima dampak berbahaya dari perang AS-Israel dengan Iran.
TRIBUNNEWS.COM – Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik sikap optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah ambrolnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya harga minyak dunia akibat perang AS-Israel dengan Iran.
Pada pembukaan perdagangan kemarin, Senin, 9 Maret 2026, nilai tukar rupiah sempat mencapai Rp17.019 per dolar AS. Adapun pada hari ini rupiah tampak menunjukkan penguatan.
Sementara itu, Purbaya sudah mengatakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) RI pada Februari 2026 telah mengalami defisit Rp135,7 triliun. Namun, dia juga mengklaim ekonomi Indonesia masih berakselerasi.
Rocky menyebut Indonesia saat ini menerima dampak berbahaya akibat perang AS-Israel dengan Iran. Perang itu, menurut dia, merupakan faktor global yang diliputi ketidakpastian.
“Semua hal yang akhirnya ada di depan mata kita menunjukkan bahwa kita harus bersiap untuk yang terburuk. Bersiap yang terburuk artinya memanfaatkan apa yang tersisa untuk dimaksimalkan,” ujar Rocky di kanal YouTube miliknya, Senin.
Mantan dosen Universitas Indonesia itu kemudian mengkritik Purbaya yang beberapa waktu lalu memperlihatkan optimistismenya dalam menghadapi dampak buruk perang di Asia Barat.
“Sampai kemarin, seolah-olah ada optimisme pada Purbaya. Tapi itu optimisme yang palsu. Kalau dikatakan data-data makronya baik, iya,” ujar Rocky.
Dia mengingatkan bahwa data makro adalah kumpulan dari data mikro dan bersifat agregatif. Jika makronya bagus, belum tentu mikronya bagus. Sementara itu, jika mikronya bagus, pasti makronya bagus.
“Begitu cara membaca statistik kaitan makro dengan mikro dalam upaya melihat daya tahan ekonomi kita. Terlepas dari itu, ini adalah persoalan trust (kepercayaan). Percaya enggak publik terhadap yang diucapkan oleh menteri siapa pun dari dalam istana?” kata dia.
Rocky menginginkan adanya kejujuran dari para menteri yang menurutnya terkadang berbohong kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurut Rocky, sulit melihat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bisa tumbuh.
Optimisme Purbaya: Ekonomi RI Berakselerasi
Kemarin Purbaya buka suara perihal anjloknya nilai tukar rupiah dan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Baca juga: Bahlil Sebut Stok BBM Cukup untuk 20 Hari, Menkeu Purbaya: Itu Stok Normal, Kalau Stok Setahun Rugi
Purbaya menyebut pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG berdasarkan pandangan negatif dari ekonom mengenai ekonomi Indonesia tak sesuai kondisi yang ada.
"Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah mulai resesi, seperti 1998 lagi ya gitulah daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu," ucap Purbaya setelah meninjau pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin, (9/3/2026).
Dia menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami resesi. Justru sebaliknya, ekonomi Indonesia sedang berekspansi dan berakselerasi.
Baca tanpa iklan