Cegah Macet Mudik Lebaran 2026, Polri Bakal Terapkan 'One Way' dan 'Contraflow'
Karyoto mengatakan, Baharkam Polri juga menyiapkan langkah antisipasi darurat berupa fasilitas medis udara.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Komjen Pol Karyoto menyebutkan, rekayasa lalu lintas berupa sistem one way dan contraflow akan diterapkan untuk mengurangi kemacetan selama periode mudik Hari Raya Idul Fitri 2026.
- Karyoto mengatakan, Baharkam Polri juga menyiapkan langkah antisipasi darurat berupa fasilitas medis udara.
- Aparat kepolisian akan menggencarkan patroli rutin untuk mencegah tindak kriminalitas, seperti pencurian, penjambretan, dan perampokan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto menyebutkan, rekayasa lalu lintas berupa sistem one way dan contraflow akan diterapkan untuk mengurangi kemacetan selama periode mudik Hari Raya Idul Fitri 2026.
"Rekayasa lalu lintas seperti sistem one-way, contraflow, dan pembatasan kendaraan berat juga diterapkan untuk mengurangi kemacetan," kata Karyoto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI terkait persiapan Idul Fitri 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Operasi Ketupat 2026 Digelar 13-25 Maret, Polri Kerahkan 89.228 Personel
Contraflow adalah sistem rekayasa lalu lintas yang memecah kepadatan dengan memanfaatkan sebagian lajur berlawanan untuk digunakan sementara oleh kendaraan dari arah sebaliknya.
Sementara one way adalah rekayasa lalu lintas yang mengubah seluruh ruas jalan, biasanya tol, menjadi satu arah saja (tidak ada arah berlawanan) untuk mengurai kemacetan.
Karyoto mengatakan, Baharkam Polri juga menyiapkan langkah antisipasi darurat berupa fasilitas medis udara.
"Kami dari Baharkam Polri membuat dua ambulan udara yang digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi insiden dalam perjalanan mudik. Namun ini baru ditempatkan di Pulau Jawa," ujarnya.
Selain itu, kata dia, aparat kepolisian akan menggencarkan patroli rutin untuk mencegah tindak kriminalitas, seperti pencurian, penjambretan, dan perampokan.
Baca juga: Jelang Mudik 2026, Satgas Humas Polri Gelar Apel Kesiapan Pastikan Personel dan Peralatan
"Operasi Ketupat juga berfokus pada keselamatan pemudik dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan pengemudi, memastikan penerapan protokol keselamatan serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berkendara dengan aman," ucap Karyoto.
Karyoto mengungkapkan, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan 89.228 orang.
"Total personel Polri yang dilibatkan adalah 89.228 personel," ungkapnya.
Nantinya, puluhan ribu personel kepolisian itu akan dibantu oleh prajurit TNI, personel Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta berbagai instansi terkait lainnya.