Pesan Prabowo di HUT Danantara: Jangan Main-main Beri Laporan Palsu dengan Saya
Presiden RI Prabowo Subianto memberi peringatan keras kepada para pembantunya agar tidak memberikan laporan palsu kepada dirinya.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam acara tasyakuran tahun pertama Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
- Prabowo memberi peringatan keras kepada para pembantunya agar tidak memberikan laporan palsu.
- Menurutnya, selama satu tahun ini, manajemen Danantara sudah membuktikan mampu melakukan pengelolaan yang baik.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto memberi peringatan keras kepada para pembantunya agar tidak memberikan laporan palsu atau dengan istilah asal bapak senang (ABS) kepada dirinya.
Awalnya, Prabowo bersyukur bahwa Indonesia sekarang sudah memiliki sovereign wealth fund (SWF) terbesar keenam di dunia, Danantara.
Sovereign Wealth Fund (SWF) merupakan dana investasi khusus yang dibuat atau dimiliki oleh pemerintah untuk memegang atau menguasai aset-aset asing untuk tujuan jangka panjang.
"Kita bersyukur, kita sekarang sudah punya suatu badan bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia."
"Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin keenam, ketujuh terbesar di dunia," ucap Prabowo dalam Tasyakuran ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, selama satu tahun ini, manajemen Danantara telah membuktikan mampu melakukan pengelolaan yang baik.
"Terutama dengan will yang benar dengan political will, dengan jiwa yang benar," tuturnya.
Ia menyebut, hasil kinerja Danantara sudah terlihat. Hal itu berdasarkan laporan yang diterima oleh Prabowo dari para pembantunya.
Meski begitu, Prabowo memperingatkan mereka agar tak memberikan laporan ABS kepadanya.
"Hasil sudah kelihatan. Saya dapat laporan. Mudah-mudahan ini laporan benar. Jangan main-main lagi dengan saya. Laporan palsu. Laporan menyenang menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan. Saya kasih peringatan keras ini," terangnya.
Ia menerangkan, salah satu laporan baik yang diterimanya adalah terkait return on asset selama setahun yang naik lebih dari 300 persen.
"Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini, bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik, kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen."
Baca juga: Prabowo Buka-bukaan Soal 200 Anak Cucu Pertamina yang Sulit Diaudit
“Tidak mungkin kita 250 perusahaan, bahkan ternyata bukan 250, saya baru tahu, 1000 perusahaan lebih. Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia, satu manajemen bisa mengelola 1000 entitas,” ungkapnya.
200 Anak Perusahaan Susah Diaudit
Presiden Prabowo Subianto juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap struktur organisasi BUMN yang dinilai terlalu gemuk dan sulit diawasi.
Baca tanpa iklan