Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demo Banser Protes Gus Yaqut Ditahan di KPK Langsung Bubar Begitu Dengar Suara Gus Yahya

Guncang pagar hingga bakar baju! Ratusan Banser mengamuk di KPK usai Gus Yaqut dibui. Namun, satu telepon Gus Yahya ubah segalanya. Cek!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Demo Banser Protes Gus Yaqut Ditahan di KPK Langsung Bubar Begitu Dengar Suara Gus Yahya
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
BANSER DEMO — Anggota Banser membakar baju bertuliskan KPK saat melihat Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut resmi mengenakan rompi tahanan oranye, Kamis (12/3/2026). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas penahanan pimpinan mereka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. 

 

Instruksi "Dawuh" dari Balik Telepon

PERTEMUAN DI LIRBOYO - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, merasa lega usai bertemu dengan Rais Aam PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025) lalu.
PERTEMUAN DI LIRBOYO - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, merasa lega usai bertemu dengan Rais Aam PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025) lalu. (Instagram @yahyacholilstaquf)

Namun, situasi panas tersebut mencapai titik antiklimaks sekira pukul 19.40 WIB.

Sebuah instruksi muncul dari balik sambungan telepon Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang tersambung melalui ponsel asisten pribadinya di lokasi.

"Gus Yahya ingin dawuh (berpesan) kepada kita semua, sebagai orang tua kita," ujar sang orator yang langsung disambut kesunyian khidmat oleh massa.

Dalam sambungan telepon itu, Gus Yahya meminta massa untuk bersikap tawakal. 

"Aspirasi sahabat-sahabat sudah disampaikan. Dan sekarang kita pasrahkan, kita meminta kepada Allah agar dibukakan hati semua orang," ucap Gus Yahya.

Ia meminta massa menyabarkan hati dan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib.

Rekomendasi Untuk Anda

Mendengar perintah tersebut, massa yang tadinya beringas perlahan merapikan barisan dan membubarkan diri.

Duduk Perkara: Skandal Rp622 Miliar

Penahanan ini merupakan babak baru penyidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024.

Gus Yaqut sewaktu menjabat Menteri Agama RI diduga secara sepihak membagi 20.000 kuota tambahan dengan porsi 50:50, yang dinilai menabrak aturan prioritas jemaah reguler.

Berdasarkan audit BPK, praktik ini diduga merugikan negara hingga Rp622 miliar.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas