Aktivis Andrie Yunus Disiram Air Keras, Anies Baswedan: Eksekutor dan Pemberi Perintah Harus Diusut
Anies Baswedan menyebut Andrie Yunus mampu mendeteksi kemunduran demokrasi di Indonesia dan aktif menyuarakan upaya untuk mencegahnya.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban serangan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
- Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap, apa yang dialami Andrie memicu kemarahan, tetapi kemarahan tersebut harus dijadikan daya tekan agar kasus ini diselidiki hingga tuntas.
- Anies juga memuji Andrie Yunus sebagai sosok yang berani memikirkan masa depan bangsa dan negara, daripada keselamatannya sendiri.
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendesak agar pelaku dan pemberi perintah dalam kasus serangan penyiraman air keras terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus segera diusut.
Menurutnya, aksi teror yang ditujukan kepada Andrie Yunus jelas memicu kemarahan.
Namun, kemarahan itu tidak boleh disalurkan dengan cara yang keras maupun menyurutkan nyali para aktivis yang membela demokrasi, melainkan harus dijadikan sebagai penekan kepada penegak hukum untuk melakukan penyelidikan sekaligus menegakkan keadilan terhadap Andrie Yunus.
Hal ini disampaikan Anies kepada wartawan saat akan menjenguk Andrie di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2026) kemarin.
Namun, karena Andrie dirawat intensif di ruang isolasi steril, Anies Baswedan yang ditemani oleh Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak dapat menjenguk langsung.
"Kita semua tentu marah, kita semua tentu ingin ada segera langkah-langkah hukum untuk menangkap pelakunya," kata Anies.
"Tapi, juga kemarahan itu tidak boleh membabi buta. Tapi, juga jangan kemudian jadi takut karena peristiwa ini."
"Kemarahan ini harus disalurkan secara terstruktur, secara rapi sehingga dia menjadi daya tekan untuk bisa ada penyelidikan sampai tuntas."
Anies Baswedan yang pernah maju sebagai Calon Presiden di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 ini mengaku, tetap percaya bahwa aparat kepolisian dapat menemukan pelaku dan dalang atau siapa pun yang memberikan perintah penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
"Dan kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya, menemukan pelakunya, lalu sampai kepada pemberi perintahnya, bukan hanya pada eksekutor di lapangan, tapi pemberi perintahnya, dan ditegakkan keadilan yang seadil-adilnya," jelas Anies.
"Dan saya rasa itu yang menjadi harapan harapan saya dan kita semua."
Pujian Anies Baswedan untuk Andrie Yunus
Anies Baswedan juga menyebut, Andrie Yunus adalah sosok yang berani memikirkan masa depan bangsa dan negara, daripada keselamatannya sendiri.
Kata akademisi dan politikus kelahiran Kuningan, Jawa Barat 7 Mei 1969 itu, Andrie Yunus adalah orang yang mampu mendeteksi kemunduran demokrasi di Indonesia dan aktif menyuarakan upaya untuk mencegahnya.
"Keberanian Andrie Yunus memberikan bukti bahwa masih banyak orang-orang yang memiliki keberanian untuk memikirkan negeri ini, memikirkan masa depan lebih daripada memikirkan keselamatan dirinya," papar Anies.
Baca tanpa iklan