Nyaris Jadi Dubes Aljazair, Sodik Mudjahid Bongkar Alasan Prabowo Tugaskan di Baznas
Batal jadi Dubes Aljazair & Maroko, Sodik Mudjahid blak-blakan ungkap mandat khusus Prabowo di Baznas demi rakyat kecil. Baca selengkapnya!
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Plot Politik: Sodik Mudjahid ungkap sempat digadang-gadang dampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jabar.
- Tawaran Diplomasi: Sempat direkomendasikan jadi Dubes di Aljazair dan Maroko oleh petinggi Gerindra.
- Mandat Khusus: Pilih fokus bantu Presiden Prabowo entaskan kemiskinan melalui jalur pengelolaan zakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, membeberkan dinamika menarik di balik penunjukan dirinya memimpin lembaga pengelola zakat periode 2026–2031.
Di balik pelantikannya, terungkap bahwa Sodik sempat menerima berbagai tawaran posisi strategis, mulai dari panggung Pilkada hingga pos diplomasi di luar negeri.
Sodik menceritakan bahwa selepas Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, namanya sempat mencuat untuk dipasangkan dengan Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2025.
Namun, peta politik berubah.
Sodik kemudian mendapatkan rekomendasi dari jajaran elit Partai Gerindra untuk menduduki kursi Duta Besar (Dubes).
"Rekomendasi Pak Dasco (Ketua Harian Gerindra) itu duta besar di Aljazair, begitu. Pak Muzani (Sekjen Gerindra), duta besar di Maroko, begitu," ungkap Sodik di Kantor Baznas RI, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).
Alasan Pilih Baznas: Demi Bantu Prabowo
Meski tawaran pos diplomatik di Afrika Utara tersebut sangat prestisius, Sodik memilih jalan lain.
Ia merasa pengabdiannya akan lebih maksimal jika ia tetap berada di lingkaran dalam untuk membantu langsung agenda Presiden Prabowo Subianto.
"Maka akhirnya saya ditugaskan di Baznas," tegas Sodik.
Keyakinan Sodik untuk mengelola Baznas didasari oleh kedekatan emosional dan pengalamannya mendampingi Prabowo Subianto selama dua dekade terakhir.
Ia menilai penugasan ini memiliki misi kemanusiaan yang sangat dalam.
"Saya bersama Bapak Presiden itu hampir 20 tahun. Saya tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi merasakan sekali bagaimana komitmennya terhadap rakyat kecil," tuturnya.
Sodik menambahkan bahwa Presiden berkomitmen penuh menjaga aset negara untuk kepentingan rakyat.
Dalam konteks itulah, ia diberi mandat memimpin Baznas guna memperkuat dua pilar utama pemerintah: pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan rakyat.
Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan RI Tak Keluar dari BoP: Berjuang Demi Palestina
Proses DPR
Langkah Sodik menuju kursi Ketua Baznas ini sebelumnya telah melalui proses formal di Parlemen.
Baca tanpa iklan